Pelajar Korban Kekerasan, Seret Senior ke Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 13 Juni 2019 - 17:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban dan pelaku tindakan kekerasan mendatangi Polsek Nele, Rabu (12/6)

Korban dan pelaku tindakan kekerasan mendatangi Polsek Nele, Rabu (12/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Seperti sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib pelaku tindakan kekerasan di SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere. Keempat pelaku itu sudah dikeluarkan dari sekolah, dan kini mereka harus menjalani proses hukum. Dua pelajar korban kekerasan telah menyeret seniornya ke Polsek Nele, Rabu (12/6).
AMN dan SNI, korban tindak kekerasan merupakan pelajar Kelas Tingkat 1. Sementara pelaku kekerasan AMN dan SNI, bersama VD yang memfoto tindakan kekerasan dan AN yang merekam tindakan kekerasan, merupakan pelajar Kelas Tingkat 2.
Seperti disaksikan media ini di Kantor Polsek Nele di Jalan Moan Subu, aparat kepolisian setempat terlebih dahulu menggali keterangan secara terbuka dari para pelaku, korban, Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim, serta orang tua pelaku dan korban. Kemudian polisi memberikan pemahaman tindakan hukum, terutama menyangkut usia pelaku dan korban, yang tergolong masih di bawah umur.
Setelah dilakukan dialog terbuka secara umum, orang tua korban bersikeras untuk melaporkan kasus tindakan kekerasan agar diproses secara hukum. Akhirnya polisi pun membuat laporan kepolisian. Tampak yang lebih dulu melaporkan kasus ini adalah AMN. Dia didampingi oleh orang tuanya.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kapolres Sikka Rickson Situmorang yang dihubungi di Mapolres Sikka, Rabu (12/6), menjelaskan korban bersama orang tua sudah mendatangi Polsek Nele. Dia menghormati hak-hak korban yang hendak memroses kasus tindakan kekerasan.
Meski demikian, tambahnya, sementara ini Polsek Nele bersama Polres Sikka dan Dinas Pendidikan Kepemudahaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, tengah mencarikan jalan keluar penyelesaian. Tiga institusi ini berencana melakukan mediasi antara pelaku dan korban serta orang tua pelaku dan korban.
“Sementara ini sedang ada proses mencari solusi untuk penyelesaian. Saya belum bisa samapikan karena sedang berproses,” jelas Rickson Situmorang.
Pelajar Korban Kekerasan, Seret Senior ke Polisi
Korban tindak kekerasan berada di Kantor Polsek Nele
Kasus tindakan kekerasan ini terjadi pada Senin (10/6), dekat sebuah warung bakso yang tidak jauh dari SMK Pelayaran Bina Maritim. Pelaku menempeleng koban berulang-ulang kali lantaran korban melanggar aturan sekolah yakni rambir model paras dan bersepatu boneng. Saat dianiaya, korban tidak memberikan perlawan karena menghargai senioritas. Tindakan kekerasan ini kemudian menjadi viral, karena rekaman video saat penganiayaan beredar luas di media sosial.
Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere Minsri M. Sadipun mengaku kecewa dengan terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh murid-muridnya. Menurut dia, sekolah tidak pernah mengajarkan dan membenarkan adanya tinbdakan kekerasan. Dia pun mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan 4 siswa yang terlibat kasus tindakan kekerasan.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru