Enam Tahun Jadi Pokja, Baru Kali Ini Berto Tjeme Dicaki-Maki

0
289
Enam Tahun Jadi Pokja, Baru Kali Ini Berto Tjeme Dicaki-Maki
Berto Tjeme pose bersama Tatang Rustandar, Direktur Pengembangan Profesi dan Kelembagaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) beberapa waktu lalu di Tambolaka Sumba Barat Daya
Maumere-SuaraSikka.com: Teka-teki tentang siapa Pokja yang dicaki-maki seorang PNS calo proyek, akhirnya diketahui. Dia adalah Berto Tjeme, Ketua Pokja 7. Dia mengaku sudah enam tahun menjadi Pokja yang mengurus proses pelelangan barang dan jasa, dan baru kali ini dicaki-maki dengan perkataan dan kalimat yang tidak manusiawi.
Kepada wartawan di Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa, Selasa (18/6), Berto Tjeme menceritakan pengalaman buruk yang pertama kali dialaminya. Buat dia, pengalaman buruk itu sangat menyakitkan, apalagi dilakukan oleh sesama PNS.
“Saya sudah jadi Pokja sejak tahun 2013. Ini pengalaman yang buruk sekali, dan pertama kali saya alami,” tutur Berto Tjeme.

Berita Terkait:


Peristiwa percakapan caci-maki dan ancaman itu terjadi pada pertengahan Maret 2019. Berto Tjeme sengaja merekam percakapan dengan PNS calo proyek, karena selama ini dia terus mendapat intervensi dan tekanan dari PNS calo proyek tersebut. Rekaman percakapan itu sendiri berdurasi 1 menit  29 detik.
PNS calo proyek ini mencaci-maki Berto Tjeme dipicu alasan gagalnya PT Andalan Mitra Wahana memenangkan Paket Jasa Konsultasi Pengawasan Pekerjaan Instalasi Gawat Darurat RSUD TC Hillers Maumere. Proyek ini bernilai Rp 1.745.295.574 (bukan Rp 1,9 miliar). PT Andalan Mitra Wahana yang berkedudukan di Pasar Minggu Jakarta Selatan merupakan jagoan PNS calo proyek.
Berto Tjeme menceritakan sebelum terjadi percakapan yang kemudian viral di berbagai media sosial, PNS calo proyek itu sudah beberapa kali menelepon dia untuk memenangkan PT Andalan Mitra Wahana. Sebagai Pokja yang bekerja profesional, Berto Tjeme selalu menanggapi intervensi itu dengan menjelaskan tugas dan fungsi serta regulasi dalam mekanisme pelelangan.
“Sudah dua kali dia telepon untuk minta menangkan PT Andalan Mitra Wahana. Telepon terakhir itu yang seperti dalam rekaman percakapan. Kami bekerja sesuai aturan,” terang Berto Tjeme.
Berto Tjeme mengaku Pokja 7, yang terdiri dari dia sebagai Ketua Pokja dan Eman Muda serta Jon Henrik selaku anggota Pokja 7, telah bekerja secara profesional, hingga akhirnya memenangkan PT Sangkuriang yang berkedudukan di Bandung. Pihaknya tidak pernah memberikan janji kepada rekanan atau pihak lain, dan juga tidak pernah mendapatkan imbalan dalam bentuk apapun dari rekanan atau pihak lain.
Kepada wartawan Berto Tjeme menyebutkan jelas nama PNS calo proyek yang telah mencaci-maki dan mengancam akan memindahkannya dari tempat tugas yang sekarang. Dia menyebut jelas nama panggilan PNS calo proyek itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini