Maumere-SuaraSikka.com: Jembatan gantung yang menghubungi Desa Korobhera di Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, putus sekitar pukul 10.00 Wita, Senin (20/4). Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini.
Anggota DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja yang dihubungi media ini melalui ponsel, membenarkan peristiwa tersebut. Dari informasi yang dia terima, alat pengait jembatan gantung terlepas. Diperkirakan usia jembatan sangat berpengaruh dengan keadaan itu.
Kepala Desa Korobhera Darius We’u belum sempat dikonfirmasi. Jaringan informatika dan telekomunikasi di wilayah itu, masih terkendala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari foto yang diterima media ini, tampak badan jembatan jatuh ke bawah, dan dalam posisi miring. Praktis pejalan kaki maupun kendaraan roda dua tidak bisa lagi memanfaatkan sarana transportasi alternatif ini.
Jembatan gantung ini dibangun pada tahun 2012 dengan sumber dana dari Bantuan PNPM Mandiri Pedesaan. Tidak ada informasi yang pasti berapa anggaran yang dihabiskan untuk konstruksi tersebut.
Kehadiran jembatan gantung yang panjangnya kurang lebih 60 meter, dirasakan sangat penting sekali. Terlebih lagi ketika Kali Arewawo tidak bisa dilewati kendaraan bermotor akibat banjir bandang.
Dalam kondisi banjir bandang, praktis Desa Korobhera terisolir. Harapan satu-satu 1.000 lebih warga desa tersebut hanya pada jembatan gantung.
Kondisi jembatan gantung ini memang menguatirkan. Papan-papan sebagai sarana jalan, ada yang sudah berlobang. Tidak hanya pejalan kaki yang memanfaatkan jembatan gantung, karena kendaraan roda dua pun sering melewati jembatan selebar 1 meter lebib itu.*** (eny)















