Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 20 orang Alumni Gowa dari Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, Jumat (1/5), menjalani rapid test.
Pemeriksaan cepat melalui rapid test dilaksanakan di Aula Kantor Desa Nangahale. Tindakan medis ini dilakukan 10 petugas kesehatan dari Satgas Covid Sikka.
Kegiatan ini dipantau langsung Kepala Desa Nangahale, Kapolsek Waigete, anggota Sabhara Polres Sikka, dan Babinsa setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Nangahale Sahanudin membenarkan pelaksanaan pemeriksaan rapid test terhadap 20 Alumni Gowa. Mereka semua merupakan peserta acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia.
Dia mengatakan 20 warganya ini sudah kembali beberapa waktu lalu. Mereka tiba tidak bersamaan, karena ada yang melalui jalur udara, ada juga yang melalui jalur laut.
“Setelah tiba, mereka melakukan karantina mandiri sebagaimana yang dianjurkan pemerintah,” ujar Sahanudin.
Satgas Covid Sikka memberikan perhatian terhadap ruang gerak Alumni Gowa asal Kabupaten Sikka. Hal ini dilakukan menyusul 2 orang Alumni Gowa di Kabupaten Manggarai Barat yang terpapar Covid 19.
Tentang 2 orang terpapar asal Manggarai Barat ini diketahui setelah rilis resmi Satgaa Civid NTT. Kepala Dinas Kesehatan NTT Dominggus Mere memastikan 2 yang terpapar dari Manggarai Barat adalah klaster Gowa.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus yang dihubungi siang tadi belum bisa memberikan keterangan. Dia beralasan belum menerima laporan karena tim sedang berada di lapangan.
Informasi yang dihimpun media ini, selain dari Nangahale, masih terdapat Alumni Gowa dari Kabupaten Sikka di beberapa kelurahan, seperti 11 orang Wuring, 2 orang di Beru, 1 orang di Kabor, dan 2 orang di Kota Baru.
Seperti diketahui, acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia rencananya digelar selama empat hari mulai 19 Maret 2020 hingga 22 Maret 2020 di Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasi Ijtima Ulama Dunia 2020 pun disemprot dengan disinfektan.
Acara tersebut kemudian dibatalkan karena digelar di tengah pandemi Covid-19. Rencananya acara tersebut akan dihadiri sekitar 8.000 orang dari dalam negeri maupun luar negeri.
Beberapa hari sebelum acara tersebut dimulai, warga negara asing dari berbagai negara terlanjur datang ke Gowa. Tercatat ada 474 WNA yang berasal dari 12 negera di dunia.
Tidak hanya itu. Ribuan orang dari berbagai wiayah di Indonesia telah hadir di Gowa.
Saat itu Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta agar para WNA dikarantina agar tidak kontak erat dengan warga sebelum dipulangkan ke negaranya.*** (eny)















