Maumere-SuaraSikka.com: Sudah 38 orang yang dipastikan reaktif berdasarkan hasil rapid test. Sialnya, semua mereka belum di-swab untuk memastikan positif atau negatif virus corona.
Kini mereka semua menunggu dalam ketidakpastian. Meski berada dalam pengawasan, baik di ruang isolasi maupun di lokasi karantina terpusat, kondisi psikologis bisa saja menganggu daya tahan tubuh mereka.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus memastikan semua mereka belum melaksanakan swab. Alasannya karena sampel swab belum bisa dikirim, akibat penutupan sementara jalur udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 38 orang yang reaktif itu terdiri dari 3 gelombang. Pertama, 9 eks penumpang KM Lambelu yang dipastikan reaktif dari hasil rapid test kedua.
Semua mereka adalah perempuan, dan telah dievakuasi ke ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere sejak Kamis (23/4) malam. Kini sudah 10 hari mereka berada di ruang isolasi.
Kedua, sebanyak 19 orang dari dua klaster, dipastikan reaktif pada Jumat (1/5). Terdapat 10 orang dari klaster Jamaah Tabligh Alumni Gowa yang menjalani rapis test pertama kali. Berikut 9 orang klaster Lambelu, yang menjalani rapid test ketiga.
Dari 19 orang ini, dipastikan sudah 15 orang yang langsung dievakuasi malam itu juga ke Gedung SCC. Sementara 4 orang lainnya dari klaster Lambelu, menurut Petrus Herlemus, Minggu (3/5) pagi ini akan dilakukan penjemputan paksa.
Ketiga, muncul lagi 10 orang reaktif berdasarkan rapid test pada Sabtu (2/5). Terdiri dari 9 orang klaster Lambelu yang menjalani rapid test ketiga, dan 1 orang klaster Jamaah Tabligh yang pertama kali melakukan rapid test. Semua mereka sudah dievakuasi ke Gedung SCC.
Hingga kini belum diketahui bagaimana nasib 38 orang reaktif ini. Satgas Covid Sikka belum bisa berbuat banyak karena penutupan sementara jalur udara merupakan kebijakan secara nasional.
Pengambilan rapid test kemungkinan masih terus akan dilakukan pada sejumlah target. Petrus Herlemus memastikan Minggu pagi ini, Tim Satgas Covid Sikka turun ke Desa Parumaan dan Desa Gunung Sahari, untuk melakukan rapid test terhadap 8 orang Jamaah Tabligh Alumni Gowa.
Sementara itu wacana tentang pesawat khusus yang menjemput sampel swab di kabupaten-kabupaten, hingga kini masih sebatas wacana.
Demikian pun wacana tentang mendirikan laboratorium uji sampel swab di Kabupaten Sikka, belum juga terealisir.*** (eny)















