Baru 5 Hari di Lokasi Karantina, Dinkes Lepas Pria Ini ke Rumahnya

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2020 - 00:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 5 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stephanus Harly bersiap naik ke ambulance untuk pulang ke rumah, Minggu (3/5)

Stephanus Harly bersiap naik ke ambulance untuk pulang ke rumah, Minggu (3/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Minggu (3/5) petang, melepas seorang pria kembali ke rumahnya. Padahal orang ini baru 5 hari menjalani karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.

Tiga orang petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Sikka berkoordinasi dengan personil BPBD Sikka untuk memanggil Stephanus Harly, pria asal Desa Langir Kecamatan Kewapante.

Setelah pria ini keluar dari kamarnya, petugas kesehatan langsung mendekatinya. Tampak mereka berbincang-bincang. Pria ini sempat memperlihatkan beberapa dokumen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selang beberapa lama, pria ini masuk lagi ke kamar. Setelah itu dia kembali lagi keluar, dan kali ini menenteng tas pakaian. Dia beristirahat sebentar karena masih menunggu petugas kesehatan berkoordinasi dengan Camat Kangae.

Baca Juga :  Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Kurang lebih setengah jam kemudian, akhirnya petugas kesehatan bersama pria ini naik ke sebuah mobil ambulance. Informasinya, mereka menuju ke Kantor Dinas Kesehatan.

Sampai dengan jam 23.00 Wita, pria ini tidak kembali lagi. Informasi yang direkam media ini, ternyata Stephanus Harly sudah diantar pulang ke rumahnya.

Pria berusia 41 tahun ini adalah seorang pelaku perjalanan, yang datang dari Surabaya. Dia mengaku sebagai sopir mobil ekspedisi. Mobil yang dikemudikannya tiba di Maumere pada Senin (27/4).

Camat Kangae Aqulinus bersama seorang anggota Kodim Sikka yang membawa pria ini ke Posko Satgas Covid Sikka di Kantor Dinas Kesehatan pada Rabu (29/4).

Alasannya karena pria ini tidak menjalankan karantina mandiri, selepas pulang dari zona merah. Saat dijemput, pria ini sempat menangis karena mengingat istrinya yang sedang hamil.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Petugas kesehatan di posko pada saat itu merekomendasikan agar pria ini melaksanakan karantina di lokasi karantina terpusat yang disiapkan pemerintah.

Waktu itu dia sempat menolak, dan meminta agar karantina mandiri di rumahnya. Tetapi pada akhirnya dia menandatangani surat pernyataan untuk melaksanakan karantina secara terpusat.

Dilepasnya pria yang baru 5 hari melaksanakan karantina, sempat memicu aksi protes. Sejumlah warga karantina, terutama yang hasil rapid test nonreaktif, pun meminta dipulangkan. Mereka menduga ada penerapan perlakuan yang tidak adil.

Hingga sekarang belum diketahui apa alasannya sehingga Dinas Kesehatan Sikka melepas pria ini pulang ke rumahnya.*** (eny)

Berita Terkait

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Berita Terbaru

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA