Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Minggu (3/5) petang, melepas seorang pria kembali ke rumahnya. Padahal orang ini baru 5 hari menjalani karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.
Tiga orang petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Sikka berkoordinasi dengan personil BPBD Sikka untuk memanggil Stephanus Harly, pria asal Desa Langir Kecamatan Kewapante.
Setelah pria ini keluar dari kamarnya, petugas kesehatan langsung mendekatinya. Tampak mereka berbincang-bincang. Pria ini sempat memperlihatkan beberapa dokumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selang beberapa lama, pria ini masuk lagi ke kamar. Setelah itu dia kembali lagi keluar, dan kali ini menenteng tas pakaian. Dia beristirahat sebentar karena masih menunggu petugas kesehatan berkoordinasi dengan Camat Kangae.
Kurang lebih setengah jam kemudian, akhirnya petugas kesehatan bersama pria ini naik ke sebuah mobil ambulance. Informasinya, mereka menuju ke Kantor Dinas Kesehatan.
Sampai dengan jam 23.00 Wita, pria ini tidak kembali lagi. Informasi yang direkam media ini, ternyata Stephanus Harly sudah diantar pulang ke rumahnya.
Pria berusia 41 tahun ini adalah seorang pelaku perjalanan, yang datang dari Surabaya. Dia mengaku sebagai sopir mobil ekspedisi. Mobil yang dikemudikannya tiba di Maumere pada Senin (27/4).
Camat Kangae Aqulinus bersama seorang anggota Kodim Sikka yang membawa pria ini ke Posko Satgas Covid Sikka di Kantor Dinas Kesehatan pada Rabu (29/4).
Alasannya karena pria ini tidak menjalankan karantina mandiri, selepas pulang dari zona merah. Saat dijemput, pria ini sempat menangis karena mengingat istrinya yang sedang hamil.
Petugas kesehatan di posko pada saat itu merekomendasikan agar pria ini melaksanakan karantina di lokasi karantina terpusat yang disiapkan pemerintah.
Waktu itu dia sempat menolak, dan meminta agar karantina mandiri di rumahnya. Tetapi pada akhirnya dia menandatangani surat pernyataan untuk melaksanakan karantina secara terpusat.
Dilepasnya pria yang baru 5 hari melaksanakan karantina, sempat memicu aksi protes. Sejumlah warga karantina, terutama yang hasil rapid test nonreaktif, pun meminta dipulangkan. Mereka menduga ada penerapan perlakuan yang tidak adil.
Hingga sekarang belum diketahui apa alasannya sehingga Dinas Kesehatan Sikka melepas pria ini pulang ke rumahnya.*** (eny)















