Setelah Hasil Swab Negatif, Ternyata DT Kembali Reaktif Rapid Test

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2020 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 8 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DT berada di halaman lokasi karantina di Kantor Dinas Budpar, Kamis (7/5)

DT berada di halaman lokasi karantina di Kantor Dinas Budpar, Kamis (7/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Ada “keanehan” yang terjadi dengan DT, pemuda berusia 19 tahun. Dia sudah melaksanakan swab dengan hasilnya negatif. Namun setelah dilakukan rapid test kembali, dia dinyatakan reaktif.

DT, warga Detubinga Kecamatan Tanawawo adalah salah satu eks penumpang KM Lambelu. Saat rapid test pertama untuk seluruh eks Lambelu, Sabtu (11/4), tercatat 3 orang reaktif. DT adalah salah satunya.

Malam itu juga pelajar sebuah sekolah di Kota Maumere ini kemudian dibawa ke ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere. Keesokan harinya dilaksanakan pengambilan swab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil swab DT diumumkan pada 23 April 2020. Dia bersama 3 eks Lambelu dan pasutri asal Desa Nebe Kecamatan Talibura dipastikan negatif. Sehari sesudahnya mereka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Pada Selasa (5/5), DT dijemput dari rumahnya untuk melakukan rapid test kedua. Dia tidak memberitahukan jika sudah berproses sampai swab dan negatif.

Hasil rapid test menunjukkan reaktif. Dia pun dibawa ke lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (7/5).

Tiba di lokasi karantina, pelajar ini tidak mau masuk ke lokasi karantina. Dia keberatan bergabung bersama 46 eks Lambelu yang reaktif rapid test. Dia ingin karantina mandiri saja di rumahnya.

Baca Juga :  100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Petugas medis di posko karantina menyampaikan bahwa yang bersangkutan harus menjalani karantina terpusat. Malah dia akan ditempatkan di ruangan tersendiri di Lantai 2.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus mengatakan sesuai perkembangannya rapid test DT dinyatakan reaktif.

Karena itu DT harus dikarantina terpusat, dan menjalankan protokoler kesehatan seperti 46 reaktif lainnya.

DT dibawa dari Detubinga dangan Ambulance Tanawawo. Tiba di Kantor Dinas Budpar pukul 10.52 Wita. Hingga pukul 13.00 Wita, DT belum masuk ke lokasi karantina. Dia duduk saja di gerbang depan, menunggu pemeriksaan swab.*** (eny)

Berita Terkait

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA