Maumere-SuaraSikka.com: Ada “keanehan” yang terjadi dengan DT, pemuda berusia 19 tahun. Dia sudah melaksanakan swab dengan hasilnya negatif. Namun setelah dilakukan rapid test kembali, dia dinyatakan reaktif.
DT, warga Detubinga Kecamatan Tanawawo adalah salah satu eks penumpang KM Lambelu. Saat rapid test pertama untuk seluruh eks Lambelu, Sabtu (11/4), tercatat 3 orang reaktif. DT adalah salah satunya.
Malam itu juga pelajar sebuah sekolah di Kota Maumere ini kemudian dibawa ke ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere. Keesokan harinya dilaksanakan pengambilan swab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil swab DT diumumkan pada 23 April 2020. Dia bersama 3 eks Lambelu dan pasutri asal Desa Nebe Kecamatan Talibura dipastikan negatif. Sehari sesudahnya mereka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing.
Pada Selasa (5/5), DT dijemput dari rumahnya untuk melakukan rapid test kedua. Dia tidak memberitahukan jika sudah berproses sampai swab dan negatif.
Hasil rapid test menunjukkan reaktif. Dia pun dibawa ke lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kamis (7/5).
Tiba di lokasi karantina, pelajar ini tidak mau masuk ke lokasi karantina. Dia keberatan bergabung bersama 46 eks Lambelu yang reaktif rapid test. Dia ingin karantina mandiri saja di rumahnya.
Petugas medis di posko karantina menyampaikan bahwa yang bersangkutan harus menjalani karantina terpusat. Malah dia akan ditempatkan di ruangan tersendiri di Lantai 2.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus mengatakan sesuai perkembangannya rapid test DT dinyatakan reaktif.
Karena itu DT harus dikarantina terpusat, dan menjalankan protokoler kesehatan seperti 46 reaktif lainnya.
DT dibawa dari Detubinga dangan Ambulance Tanawawo. Tiba di Kantor Dinas Budpar pukul 10.52 Wita. Hingga pukul 13.00 Wita, DT belum masuk ke lokasi karantina. Dia duduk saja di gerbang depan, menunggu pemeriksaan swab.*** (eny)















