Aparat TNI Polri “Dipukul Mundur” Umat Muslim di Nangahale

0
176
Umat Muslim di Naangahale mendengarkan arahan petugas keamanan di Masjid Baitul Sadil, Rabu (6/5) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan aparat TNI Polri di Kabypaten Sikka terpaksa pulang dengan kecewa, Rabu (6/5) malam. Mereka “dipukul mundur” oleh sekelompok umat Muslim di Desa Nangahale Kecamatan Talibura.
Para aparat ini sebenarnya sedang menjalankan tugas resmi pengamanan negara, terutama di masa pandemi virus corona.
Pada apel kesatuan di halaman Dinkes Sikka, pengamanan difokuskan pada titik Desa Nangahale. Pasalnya umat Muslim di tempat itu masih melaksanakan sholat berjamaah dan tarawih.
Setiba di Masjid Baitul Sadik Nangahale pukul 18.23 Wita, sekelompok umat Muslim sudah ramai di masjid. Dikabarkan mereka akan menjalani sholat berjamaah, dilanjutkan dengan tarawih.
Melihat kondisi itu, petugas keamanan berkoordinasi dengan Imam Masjid bernama Arham. Kemudian para jamaah diminta masuk ke masuk ke masjid untuk mendengarkan pengarahan dari petugas keamanan.
Pasintel Lanal Maumere
Mayor Laut Mohamad Machruf kemudian memberikan pengarahan kepada Imam Masjid dan takmir-takmir mesjid. Para jamaah diimbau untuk tidak melaksanakan sholat berjamaah dan tarawih selama musim pandemi virus corona.
Namun rupanya imbauan ini tidak diterima. Beberapa orang melancarkan protes, dengan alasan lebih taat kepada perintah Allah. Banyak di antara mereka tidak mengenakan masker.
Meskipun petugas keamanan masih berada di sekitar masjid, para jamaah tetap melaksanakan sholat jamaah dan tarawih. Selain menolak imbauan terkesan mereka mengabaikan aparat keamanan yang sedang menjalankan tugas negara.
Kondisi ini membuat aparat keamanan mengambil langkah mundur dan pulang ke Posko Satgas Covid Sikka di Dinkes Sikka.
Seorang aparat keamanan sempat menyampaikan kekecewaan dengan sikap umat Muslim di Nangahale.
“Sungguh kami aparat dilecehkan malam ini. Mereka terlihat masa bodoh, sombong. Kami masih ada di situ, yang lain terus datang ke masjid. Terus mereka sholat berjamaah dan tarawih,” ujarnya kesal.
Kapolres Sikka AKBP Sajimin yang dihubungi via telepon selular terkait pasukan keamanan yang mundur dari Nangahale, tidak memberikan keterangan. Dia sempat membaca pesan whats app, tali tidak membalasnya.
Nangahale merupakan salah satu desa yang memberikan kontribusi besar atas orang yang reaktif Covid 19 berdasarkan hasil rapid test. Setidaknya ada 9 orang reaktif, yakni 4 dari Klaster Lambelu dan 5 dari Klaster Gowa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini