Maumere-SuaraSikka.com: Andreas Ando, warga Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka langsung diamankan Satgas Covid Sikka dari rumahnya. Dia diketahui datang dari zona merah.
Pemuda berusia 26 tahun tersebut selama ini berada di Kalimantan. Karena tidak ada kapal laut yang langsung menuju ke Maumere, akhirnya dia nekad melewati Surabaya.
Dari Surabaya, dia menumpang kapal laut menuju Ende, dan tiba pada Sabtu (9/5). Belum berapa lama berada di kampungnya, Andreas langsung dijemput Satgas Covid Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi tentang keberadaan pelaku perjalanan ini diketahui setelah mendapat laporan dari kepala desa setempat. Tidak mau mengambil risiko, Satgas Covid Sikka pun bereaksi cepat.
Mobil Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid 19 bergerak ke Natakoli sekitar pukul 17.30 Wita.
Persis pukul 22.00 Wita ambulance tiba di lokasi karantina di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tampak seorang aparat keamanan ikut di dalam ambulance.
Seperti biasa, personil PMI Sikka langsung menyemprotkan antiseptik ke tubuh Andreas dan eisinfektan ke sebuah tas ransel yang dibawanya.
Andreas menempati Lantai 2 Kantor Dinas Budpar. Dia bergabung bersama 18 santri dari Desa Parumaan, hanya berbeda kamar.
Sejauh ini belum diketahui apakah Andreas akan menjalani rapid test bersama para santri yang pelaksanaannya dijadwalkan besok.
Bertambahnya 1 orang pelaku perjalanan, maka Kantor Dinas Budpar kini sudah diisi 65 warga karantina.
Sebelumnya terdapat 64 orang terdiri dari 46 eks penumpang KM Lambelu yanf menempati lantai dasar dan 18 santri di lantai dua.*** (eny)















