Di Tengah Polemik New Normal, IDI Sikka Distribusi 1500 Masker di Doreng

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2020 - 12:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IDI Sikka edukasi menyeluruh pemutusan matarantai penularan virus corona di Aula Kantor Kecamatan Doreng, Jumat (29/5)

IDI Sikka edukasi menyeluruh pemutusan matarantai penularan virus corona di Aula Kantor Kecamatan Doreng, Jumat (29/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka menembus Kecamatan Doreng, Jumat (29/5). Mereka membagikan 1500 masker dan melaksanakan edukasi menyeluruh di wilayah itu, di tengah polemik new normal.

Doreng merupakan kecamatan keenam yang didatangi IDI Sikka untuk melaksanakan Gerakan Masker Untuk Sikka. Sebelumnya dokter-dokter ini sudah menyambangi Kecamatan Nita, Magepanda, Mego, Paga, dan Talibura.

Ketua Panitia Masker Untuk Indonesia Dokter Frisky Ronald Tua mengatakan mengingat virus corona yang cukup menjadi perhatian dan masalah terutama di Kabupaten Sikka, bahkan dengan mulai digencarkannya New Normal, IDI Sikka tidak jemu-jemunya mengupayakan edukasi menyeluruh tentang bagaimana mencegah penularan dan upaya memutuskan matarantai Covid-19 di Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di tengah suasana dinamisnya cuaca dan polemik gagasan new normal, tidak menyurutkan semangat dokter-dokter anggota IDI Sikka untuk menembus terjal dan beratnya rute darat Maumere-Doreng demi aksi sosial ini,” kisah Dokter Frisky Ronald Tua.

Tidak tanggung-tanggung, 6 orang dokter spesialis dan 15 dokter umum “mengepung” Doreng. Enam dokter spesialis itu Mario B Nara Sp.A, Angela Merici Sp.PD, Lintang B Sp.B, Daniel P Sp.A, Asri S Sp.KFR, dan Femiliana Sp.PA.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Kedatangan para dokter spesialis dan 15 dokter umum ini disambut pemuka wilayah Doreng yang dipimpin Camat Doreng Polikarpus Manase di Aula Kantor Kecamatan Doreng.

“Kami berharap bapak ibu yang ada di ruangan ini dan sudah mendengar seruan perang terhadap Covid-19, menjadi Duta-Duta Covid di Kecamatan Doreng. Berantas Penularan. Perangi virusnya, bukan perangi orangnya. Lawan stigma dan diskriminasi!” seru Dokter Angela Merici.

Pada kesempatan ini, Dokter Lintang memberikan arahan mengenai tanda bahaya (res flags) keluhan/penyakit dari bidang bedah yang harus segera dirujuk. Dia mengingatkan jika mengalami gejala sumbatan saluran cerna, gejala sumbatan saluran kencing, perdarahan saluran kencing, nyeri perut hebat, trauma kepala, dan trauma hebat lainnya, jangan ditahan-tahan di rumah.

Sementara Dokter Daniel pun menuturkan perihal serupa dari sisi anak. Dia menyebut ada 8 gejala emergency dalam bidang anak yang tidak boleh tawar-menawar tidak diperiksakan ke dokter.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

“Kalau sesak/kebiruan, diare terus, nyeri perut hebat, perdarahan yang tidak tertangani, kejang terus menerus hingga penurunan kesadaran, demam 3 hari atau demam pada bayi usia di bawah 1 bulan, trauma pada anak, dan tergigit binatang berbisa, segera rujuk,” ujar Dokter Daniel.

Sebanyak 1500 masker kain digelontorkan untuk masyarakat pada 7 desa di wilayah Kecamatan Doreng.

“Harapan kami, semangat pencegahan dan pemutusan matarantai Covid-19 di Kabupaten Sikka tidak lekas sirna. New Normal bukan berarti kita bebas dari Covid-19. Justeru bila kita tidak mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, kasus Covid-19 di wilayah Sikka akan tidak terkendali,” ujar Dokter Mario selaku Ketua IDI Cabang Sikka.

Dokter-dokter yang tergabung dalam IDI Sikka sangat konsisten memberikan edukasi kepada warga masyarakat Kabupaten Sikka. Sambil tetap memperhatikan tugas dan tanggung jawab, mereka berupaya menjadwalkan pelaksanaan kegiatan Masker Untuk Indonesia.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA