Maumere-SuaraSikka.com: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka menembus Kecamatan Doreng, Jumat (29/5). Mereka membagikan 1500 masker dan melaksanakan edukasi menyeluruh di wilayah itu, di tengah polemik new normal.
Doreng merupakan kecamatan keenam yang didatangi IDI Sikka untuk melaksanakan Gerakan Masker Untuk Sikka. Sebelumnya dokter-dokter ini sudah menyambangi Kecamatan Nita, Magepanda, Mego, Paga, dan Talibura.
Ketua Panitia Masker Untuk Indonesia Dokter Frisky Ronald Tua mengatakan mengingat virus corona yang cukup menjadi perhatian dan masalah terutama di Kabupaten Sikka, bahkan dengan mulai digencarkannya New Normal, IDI Sikka tidak jemu-jemunya mengupayakan edukasi menyeluruh tentang bagaimana mencegah penularan dan upaya memutuskan matarantai Covid-19 di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah suasana dinamisnya cuaca dan polemik gagasan new normal, tidak menyurutkan semangat dokter-dokter anggota IDI Sikka untuk menembus terjal dan beratnya rute darat Maumere-Doreng demi aksi sosial ini,” kisah Dokter Frisky Ronald Tua.
Tidak tanggung-tanggung, 6 orang dokter spesialis dan 15 dokter umum “mengepung” Doreng. Enam dokter spesialis itu Mario B Nara Sp.A, Angela Merici Sp.PD, Lintang B Sp.B, Daniel P Sp.A, Asri S Sp.KFR, dan Femiliana Sp.PA.
Kedatangan para dokter spesialis dan 15 dokter umum ini disambut pemuka wilayah Doreng yang dipimpin Camat Doreng Polikarpus Manase di Aula Kantor Kecamatan Doreng.
“Kami berharap bapak ibu yang ada di ruangan ini dan sudah mendengar seruan perang terhadap Covid-19, menjadi Duta-Duta Covid di Kecamatan Doreng. Berantas Penularan. Perangi virusnya, bukan perangi orangnya. Lawan stigma dan diskriminasi!” seru Dokter Angela Merici.
Pada kesempatan ini, Dokter Lintang memberikan arahan mengenai tanda bahaya (res flags) keluhan/penyakit dari bidang bedah yang harus segera dirujuk. Dia mengingatkan jika mengalami gejala sumbatan saluran cerna, gejala sumbatan saluran kencing, perdarahan saluran kencing, nyeri perut hebat, trauma kepala, dan trauma hebat lainnya, jangan ditahan-tahan di rumah.
Sementara Dokter Daniel pun menuturkan perihal serupa dari sisi anak. Dia menyebut ada 8 gejala emergency dalam bidang anak yang tidak boleh tawar-menawar tidak diperiksakan ke dokter.
“Kalau sesak/kebiruan, diare terus, nyeri perut hebat, perdarahan yang tidak tertangani, kejang terus menerus hingga penurunan kesadaran, demam 3 hari atau demam pada bayi usia di bawah 1 bulan, trauma pada anak, dan tergigit binatang berbisa, segera rujuk,” ujar Dokter Daniel.
Sebanyak 1500 masker kain digelontorkan untuk masyarakat pada 7 desa di wilayah Kecamatan Doreng.
“Harapan kami, semangat pencegahan dan pemutusan matarantai Covid-19 di Kabupaten Sikka tidak lekas sirna. New Normal bukan berarti kita bebas dari Covid-19. Justeru bila kita tidak mengikuti protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, kasus Covid-19 di wilayah Sikka akan tidak terkendali,” ujar Dokter Mario selaku Ketua IDI Cabang Sikka.
Dokter-dokter yang tergabung dalam IDI Sikka sangat konsisten memberikan edukasi kepada warga masyarakat Kabupaten Sikka. Sambil tetap memperhatikan tugas dan tanggung jawab, mereka berupaya menjadwalkan pelaksanaan kegiatan Masker Untuk Indonesia.*** (eny)















