Sopir Ikan Asal Maumere Dipukul di Perbatasan Nagekeo-Ngada

0
104
Sopir Ikan Asal Maumere Dipukul di Perbatasan Nagekeo-Ngada
Suasana di Rowa, perbatasan Nagekeo dan Ngada, Sabtu (29/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Perilaku buruk diperlihatkan oknum Satgas Covid Ngada di perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Ngada, Minggu (31/5). Mereka memukul sopir ikan asal Kabupaten Sikka.

Aksi tidak senonoh itu dilakukan karena seorang sopir ikan mengambil gambar suasana posko perbatasan dari kameranya. Rupanya tindakan sopir ikan tersebut membuat petugas posko perbatasan marah.

Seorang oknum Pol PP merampas handphone sopir ikan, lalu memukul sopir tersebut. Bahkan petugas perbatasan menggelandang sopir ini ke Polres Ngada.

Lambertus Sino, salah seorang sopir ikan mengisahkan rekannya mengambil gambar suasana posko perbatasan sebagai dokumentasi pribadi.

Hal itu dilakukan karena para sopir ikan dari Sikka dan Flotim sebanyak 12 mobil, hari itu dilarang masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Ngada.

“Tindakan petugas di perbatasan Ngada dan Nagekeo ini sudah keterlaluan. Ini cara-cara kerja yang tidak manusiawi,” kesal Lambertus Sino.

Sehari sebelumnya 9 mobil ikan dari Sikka dan Flotim dilarang melintasi perbatasan Nagekeo-Ngada. Perlakuan itu hanya kerena stigmanisasi bahwa warga Sikka dan Flotim sebagai pembawa virus corona.

Kepala Dinas Perhubungan Dominikus Bobi Isu yang dihubungi Sabtu (30/5) menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi kendaraan pengangkut logistik. Tindakan yang dilakukam oknum Pol PP merupakan kesalahan prosedur.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini