Sopir Ikan Asal Maumere Dipukul di Perbatasan Nagekeo-Ngada

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2020 - 10:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Rowa, perbatasan Nagekeo dan Ngada, Sabtu (29/5)

Suasana di Rowa, perbatasan Nagekeo dan Ngada, Sabtu (29/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Perilaku buruk diperlihatkan oknum Satgas Covid Ngada di perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Ngada, Minggu (31/5). Mereka memukul sopir ikan asal Kabupaten Sikka.

Aksi tidak senonoh itu dilakukan karena seorang sopir ikan mengambil gambar suasana posko perbatasan dari kameranya. Rupanya tindakan sopir ikan tersebut membuat petugas posko perbatasan marah.

Seorang oknum Pol PP merampas handphone sopir ikan, lalu memukul sopir tersebut. Bahkan petugas perbatasan menggelandang sopir ini ke Polres Ngada.

Lambertus Sino, salah seorang sopir ikan mengisahkan rekannya mengambil gambar suasana posko perbatasan sebagai dokumentasi pribadi.

Hal itu dilakukan karena para sopir ikan dari Sikka dan Flotim sebanyak 12 mobil, hari itu dilarang masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Ngada.

“Tindakan petugas di perbatasan Ngada dan Nagekeo ini sudah keterlaluan. Ini cara-cara kerja yang tidak manusiawi,” kesal Lambertus Sino.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sehari sebelumnya 9 mobil ikan dari Sikka dan Flotim dilarang melintasi perbatasan Nagekeo-Ngada. Perlakuan itu hanya kerena stigmanisasi bahwa warga Sikka dan Flotim sebagai pembawa virus corona.

Kepala Dinas Perhubungan Dominikus Bobi Isu yang dihubungi Sabtu (30/5) menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi kendaraan pengangkut logistik. Tindakan yang dilakukam oknum Pol PP merupakan kesalahan prosedur.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA