Dipaksa Pindah ke Pasar Wairkoja, Pengusaha Hasil Bumi Tolak Kebijakan Dadakan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2020 - 09:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 89 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana transaksi jual beli hasil bumi di Toko Fajar, Kamis (18/6)

Suasana transaksi jual beli hasil bumi di Toko Fajar, Kamis (18/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Pengusaha hasil bumi di Desa Namangkewa Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka dipaksa pindah ke Pasar Wairkoja. Mereka pun menolak karena kebijakan pemerintah daerah setempat dianggap dadakan dan tidak punya alasan yang jelas.

Dua pengusaha hasil bumi yang berada di wilayah itu, tetap melaksanakan aktifitas pembelian hasil bumi dari tempat mereka sebagaimana biasanya.

Hendrik Lomi, pemilik Toko Fajar Timur beralasan pihaknya tidak berkeberatan jika kebijakan tersebut untuk kepentingan banyak orang. Namun dia keberatan karena kebijakan tersebut terkesan mendadak, pihaknya dipaksakan, dan dijadikan kambing hitam biang kemacetan pada Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengaku Pemkab Sikka mengundang pengusaha hasil bumi untuk membicarakan relokasi ke Pasar Wairkoja. Hanya saja, katanya, dia melihat ada kejanggalan di balik kebijakan tersebut.

“Hari Selasa (16/6) kami diundang pertemuan dengan Sekda Sikka. Kami terima undangan jam 09.00 Wita, pertemuannya jam 10.00 Wita. Yang diundang sekitar 8-9 pengusaha, yang hadir hanya 2 orang saja. Ini kan aneh,” ungkap dia.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Dari pertemuan yang terjadi, katanya, terkesan pemerintah memaksakan pengusaha hasil bumi pindah ke Pasar Wairkoja. Dan eksekusi kebijakan tersebut mulai berlaku sejak Kamis (18/6).

Hendrik Lomi meyakini sekali kebijakan dadakan itu tanpa ada kajian, analisa, dan perhitungan-perhitungan yang terukur. Dan ini yang membuat dia menolak pindah dan tetap aktifitas seperti biasa.

“Jadi setiap kebijakan apapun harus melalui satu kajian, analisis, dan memperhitungan dampak dari kebijakan tersebut. Tidak serta-merta diambil, dan paksa kami untuk pindah,” tegas dia.

Anehnya, tambah dia, setelah memaksa pengusaha hasil bumi pindah ke Pasar Wairkoja, pemerintah tidak menyiapkan fasilitas apapun untuk mereka. Ketika hal ini ditanyakan saat pertemuan, Penjabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus beralasan nanti akan disiapkan.

Pemilik Toko Fajar, Sherly Lomi, yang juga terkena kebijakan ini, tetap menjalankan aktifitas seperti biasa. Bahkan ketika Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengunjungi tempat itu, aktifitas membeli hasil bumi tetap berjalan.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Pantauan media ini, para petani tetap datang menjual hasil bumi ke Toko Fajar Timur dan Toko Fajar. Mereka tidak pernah tahu kebijakan terbaru terkait transaksi hasil bumi wajib dilaksanakan di Pasar Wairkoja.

“Kebijakan apa lagi itu? Kami tidak tahu. Jangan bikin kebijakan yang menyusahkan petani. Kami sudah biasa datang jual di sini. Jangan paksa kami bolak-balik ke pasar, ke toko, hanya tambah beban biaya saja,” protes Eminolda, salah seorang petani yang siang itu menjual 181 kilogram kemiri di Toko Fajar.

Mobilitas jalan Trans Maumere-Larantuka di wilayah Kewapante tampak lengang. Tidak ada kemacetan luar biasa yang terjadi. Dua pengusaha hasil bumi ini punya lahan parkir yang cukup.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA