Miris! Tekan Angka Kematian Babi, Keswan Tidak Punya Anggaran

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2020 - 08:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat koordinasi pencegahan penyakit babi di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (14/7)

Suasana rapat koordinasi pencegahan penyakit babi di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (14/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan sedang gencar menekan angka kematian babi. Mirisnya, tidak ada anggaran pendukung.

Alhasil, pekerjaan besar melawan hog cholera dan African Swine Fever (ASF) dilakukan secara sukarela. Padahal petugas kesehatan hewan harus menyisir dari rumah ke rumah, serta memberikan pemahaman tentang bagaimana mencegah penyakit babi yang sedang melanda Kabupaten Sikka.

Terkait tidak ada anggaran pendukung, disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sikka Mauritz da Cunha saat rapat koordinasi bersama Kepala BPP d Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (14/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu saya sampaikan bahwa tidak ada anggaran untuk pencegahan dan sosialisasi. Jadi untuk tindakan, yang bisa kita lakukan hanya melalui KIE saja,” jelas Mauritz da Cunha.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Dalam perencanaan awal, lanjut dia, sebenarnya Dinas Pertanian sudah mengajukan anggaran untuk pencegahan penyakit babi. Namun anggaran ini dialihkan untuk kegiatan pencegahan virus corona.

Sekretaris Dinas Pertanian Sikka Valerianus Samador menambahkan Dinas Pertanian mengalami rasionalisasi anggaran sebesar Rp 9 miliar.

“Kami sudah ajukan lagi anggaran mendahului perubahan sebesar Rp 600 juta. Tapi setelah komunikasi dengan Dinas Keuangan, jawabannya uang tidak ada,” ujar dia.

Akibat ketiadaan anggaran pendukung untuk pencegahan penyakit babi, praktis menyulitkan kerja staf pada Bidang Kesehatan Hewan. Upaya pencegahan hanya bisa dilakukan dengan model KIE, menyampaikan situasi dan kondisi penyakit babi yang sedang mendera masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

“Hanya itu yang bisa dilakukan. Yang paling penting agar masyarakat bisa memahami cara pencegahan,” tambah Valerianus Samador.

Sebagaimana diketahui, hingga pekan kedua Juli 2020, terdata sudah 418 ekor babi di Kabupaten Sikka yang mati mendadak. Penyebabnya adalah serangan penyakit hog cholera dan ASF.

Dari 12 spesimen yang dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar, diketahui 5 spesimen sudah tercemar virus ASF.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA