Miris! Tekan Angka Kematian Babi, Keswan Tidak Punya Anggaran

0
74
Miris! Tekan Angka Kematian Babi, Keswan Tidak Punya Anggaran
Suasana rapat koordinasi pencegahan penyakit babi di Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (14/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan sedang gencar menekan angka kematian babi. Mirisnya, tidak ada anggaran pendukung.

Alhasil, pekerjaan besar melawan hog cholera dan African Swine Fever (ASF) dilakukan secara sukarela. Padahal petugas kesehatan hewan harus menyisir dari rumah ke rumah, serta memberikan pemahaman tentang bagaimana mencegah penyakit babi yang sedang melanda Kabupaten Sikka.

Terkait tidak ada anggaran pendukung, disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sikka Mauritz da Cunha saat rapat koordinasi bersama Kepala BPP d Aula Kantor Dinas Pertanian, Selasa (14/7).

“Perlu saya sampaikan bahwa tidak ada anggaran untuk pencegahan dan sosialisasi. Jadi untuk tindakan, yang bisa kita lakukan hanya melalui KIE saja,” jelas Mauritz da Cunha.

Dalam perencanaan awal, lanjut dia, sebenarnya Dinas Pertanian sudah mengajukan anggaran untuk pencegahan penyakit babi. Namun anggaran ini dialihkan untuk kegiatan pencegahan virus corona.

Sekretaris Dinas Pertanian Sikka Valerianus Samador menambahkan Dinas Pertanian mengalami rasionalisasi anggaran sebesar Rp 9 miliar.

“Kami sudah ajukan lagi anggaran mendahului perubahan sebesar Rp 600 juta. Tapi setelah komunikasi dengan Dinas Keuangan, jawabannya uang tidak ada,” ujar dia.

Akibat ketiadaan anggaran pendukung untuk pencegahan penyakit babi, praktis menyulitkan kerja staf pada Bidang Kesehatan Hewan. Upaya pencegahan hanya bisa dilakukan dengan model KIE, menyampaikan situasi dan kondisi penyakit babi yang sedang mendera masyarakat.

“Hanya itu yang bisa dilakukan. Yang paling penting agar masyarakat bisa memahami cara pencegahan,” tambah Valerianus Samador.

Sebagaimana diketahui, hingga pekan kedua Juli 2020, terdata sudah 418 ekor babi di Kabupaten Sikka yang mati mendadak. Penyebabnya adalah serangan penyakit hog cholera dan ASF.

Dari 12 spesimen yang dikirim ke Balai Besar Veteriner di Denpasar, diketahui 5 spesimen sudah tercemar virus ASF.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini