San Mendadak Jadi Mualaf, Ada Apa?

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 Juli 2020 - 16:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 60 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Yohanes San Salvador Lado Gili alias San mendadak menjadi mualaf. Cerita panjang pun melatarinya. Ada apa sebenarnya?

Bagai artis-artis terkenal, urusan pindah agama ini menyedot perhatian. Kisah pria berusia 19 tahun yang seorang mahasiswa IKIP Muhamadiyah Maumere pun berubah heboh.

Kasus ini menjadi viral setelah ayah San, Gerardus Gili mengungkapkan ke publik. Dia menduga ada sesuatu yang aneh di balik urusan pindah agama anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerardus Gili menceritakan bahwa pada 16 Mei 2020 San menyampaikan keinginan untuk menjadi Muslim.

Alasan menjadi mualaf, hanya karena San sudah berhubungan badan dengan seorang perempuan alias pacarnya yang beragama Islam.

San harus bertanggungjawab, dengan salah satu cara yakni menjadi mualaf. San mengaku orang tua pacarnya mau merestui anaknya menikah jika San menjadi penganut Islam.

Sebagai orang tua, Gerardus Gili tidak menerima alasan tersebut. Buat dia, karena anaknya mengaku telah berbuat dosa, maka cara yang terbaik adalah meminta pertobatan agar kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Lebih dari itu, Gerardus Gili tidak setuju anaknya pindah agama karena sehari sebelumnya San menunjukkan perubahan besar dalam tutur kata.

Pemuda ini ditengarai telah menistakan Katolik, agamanya saat itu. San meminta membuang Salib, patung Bunda Maria, patung Yesus, dan rosario suci yang ada di dalam rumah orangtuanya.

“Barang-barang kudus itu merupakan simbol kehadiran Tuhan. Seenaknya saja dia suruh buang. Dia bilang mengandung jin dan iblis, karena itu tidak boleh ada di dalam rumah kami,” cerita Gerardus Gili yang tinggal di RT/RW 009/008 Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.

Tidak hanya itu, San juga mengingatkan agar perempuan wajib memakai jilbab untuk menutup aurat. Jika tidak memakai jilbab maka itu adalah dosa.

San juga melarang anggota keluarganya tidak mengonsumsi daging babi dan daging anjing, dengan alasan haram dan najis.

Pernyataan-pernyataan San ini mencurigakan Gerardus Gili. Pria lima anak ini menduga San, anak ketiganya, sudah terpengaruh ajaran sesat sehingga begitu enteng melecehkan agama Katolik.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Gerardus Gili berkesimpulan San mengalami kejanggalan dalam proses perpindahan agama. Ini yang membuat dia kuatir dan mati-matian tidak setuju.

“Kami tidak setuju karena San belum mengerti apa-apa tentang Islam. Dia masuk Islam dengan kondisi labil, tidak mengerti secara mendalam, ini akan sangat bahaya,” tegas Gerardus Gili yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Kamis (16/7).

San Mendadak Jadi Mualaf, Ada Apa?
Akta masuk Islam

San akhirnya resmi menjadi mualaf pada 22 Juni 2020. Beredar sebuah Akta Masuk Islam yang dikeluarkan Masjid Darussalam Waioti Maumere. Namanya berubah menjadi Muhamad Ihsan Hidayat. Seluruh proses ini tidak diketahui orangtuanya.

Gerardus Gili mengatakan proses pindah agama anaknya berlangsung sesat, tercela dan tidak sah. Menurut dia, ada keterlibatan oknum-oknum dalam tindakan memurtadkan anaknya melalui proses yang tersembunyi dan tertutup.

Sementara itu San sulit dihubungi media ini. Sejak kasus ini merebak, Gerardus Gili mengakunya anaknya sudah tidak tingggal lagi bersama dia.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA