San Mendadak Jadi Mualaf, Ada Apa?

0
211
San Mendadak Jadi Mualaf, Ada Apa?
Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Yohanes San Salvador Lado Gili alias San mendadak menjadi mualaf. Cerita panjang pun melatarinya. Ada apa sebenarnya?

Bagai artis-artis terkenal, urusan pindah agama ini menyedot perhatian. Kisah pria berusia 19 tahun yang seorang mahasiswa IKIP Muhamadiyah Maumere pun berubah heboh.

Kasus ini menjadi viral setelah ayah San, Gerardus Gili mengungkapkan ke publik. Dia menduga ada sesuatu yang aneh di balik urusan pindah agama anaknya.

Gerardus Gili menceritakan bahwa pada 16 Mei 2020 San menyampaikan keinginan untuk menjadi Muslim.

Alasan menjadi mualaf, hanya karena San sudah berhubungan badan dengan seorang perempuan alias pacarnya yang beragama Islam.

San harus bertanggungjawab, dengan salah satu cara yakni menjadi mualaf. San mengaku orang tua pacarnya mau merestui anaknya menikah jika San menjadi penganut Islam.

Sebagai orang tua, Gerardus Gili tidak menerima alasan tersebut. Buat dia, karena anaknya mengaku telah berbuat dosa, maka cara yang terbaik adalah meminta pertobatan agar kembali ke jalan yang benar.

Lebih dari itu, Gerardus Gili tidak setuju anaknya pindah agama karena sehari sebelumnya San menunjukkan perubahan besar dalam tutur kata.

Pemuda ini ditengarai telah menistakan Katolik, agamanya saat itu. San meminta membuang Salib, patung Bunda Maria, patung Yesus, dan rosario suci yang ada di dalam rumah orangtuanya.

“Barang-barang kudus itu merupakan simbol kehadiran Tuhan. Seenaknya saja dia suruh buang. Dia bilang mengandung jin dan iblis, karena itu tidak boleh ada di dalam rumah kami,” cerita Gerardus Gili yang tinggal di RT/RW 009/008 Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.

Tidak hanya itu, San juga mengingatkan agar perempuan wajib memakai jilbab untuk menutup aurat. Jika tidak memakai jilbab maka itu adalah dosa.

San juga melarang anggota keluarganya tidak mengonsumsi daging babi dan daging anjing, dengan alasan haram dan najis.

Pernyataan-pernyataan San ini mencurigakan Gerardus Gili. Pria lima anak ini menduga San, anak ketiganya, sudah terpengaruh ajaran sesat sehingga begitu enteng melecehkan agama Katolik.

Gerardus Gili berkesimpulan San mengalami kejanggalan dalam proses perpindahan agama. Ini yang membuat dia kuatir dan mati-matian tidak setuju.

“Kami tidak setuju karena San belum mengerti apa-apa tentang Islam. Dia masuk Islam dengan kondisi labil, tidak mengerti secara mendalam, ini akan sangat bahaya,” tegas Gerardus Gili yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Kamis (16/7).

San Mendadak Jadi Mualaf, Ada Apa?
Akta masuk Islam

San akhirnya resmi menjadi mualaf pada 22 Juni 2020. Beredar sebuah Akta Masuk Islam yang dikeluarkan Masjid Darussalam Waioti Maumere. Namanya berubah menjadi Muhamad Ihsan Hidayat. Seluruh proses ini tidak diketahui orangtuanya.

Gerardus Gili mengatakan proses pindah agama anaknya berlangsung sesat, tercela dan tidak sah. Menurut dia, ada keterlibatan oknum-oknum dalam tindakan memurtadkan anaknya melalui proses yang tersembunyi dan tertutup.

Sementara itu San sulit dihubungi media ini. Sejak kasus ini merebak, Gerardus Gili mengakunya anaknya sudah tidak tingggal lagi bersama dia.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini