Luar Biasa! Perempuan Ini Jadikan JKN-KIS sebagai Kebutuhan Dasar

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2020 - 23:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yanista Jiona Putri

Yanista Jiona Putri

Maumere-SuaraSikka.com: Tidak banyak orang yang punya pikiran luar biasa seperti Yanista Jiona Putri. Perempuan ini menjadikan program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai kebutuhan dasar.

Yanista Jionita Putri, tentu punya alasan tersendiri. Ibu rumah tangga ini mengaku belum sempurna jika tidak memenuhi kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS.

Kepada media ini, Ista, demikian panggilan perempuan yang tinggal di Cemara Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka ini, membagikan pengalamannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengaku sangat merasa nyaman menjadi peserta JKN-KIS. Dan dia akan merasa lebih nyaman lagi jika lancar membayar iuran setiap bulan.

“Saya lancar membayar iuran, tanpa menunggak. Dan ini yang membuat saya merasa nyaman. Walaupun hingga saat ini saya belum pernah merasakan manfaat jaminan kesehatan dari program JKN-KIS,” ungkap Ista.

Baca Juga :  Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Dia menegaskan bahwa membayar iuran adalah kewajiban penting yang harus dilakukan.

“Itu wajib bagi kami dalam keluarga. Karenanya JKN-KIS kami jadikan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Artinya JKN-KIS menjadi salah satu prioritas, sama seperti kebutuhan lainnya,” ujar dia.

Selain biaya pendidikan, dia menargetkan iuran perbulan JKN-KIS sebagai prioritas kebutuhan dasar. Dia pun rutin mengatur pengeluaran perbulan.

Sebelum tanggal 10 setiap bulan, Ista sudah pasti menyisihkan uang untuk kebutuhan dasar tersebut. Hal ini semata-mata agar dirinya tidak menunggak iuran.

Ista mengaku penghasilannya setiap bulan tidak besar. Tapi dengan rutin membayar iuran JKN-KIS tidak akan menjadi beban terhadap pengaturan pengeluaran keuangan.

“Kalau sudah menjadi salah satu prioritas kebutuhan dasar, maka secara otomatis akan menjadi pengeluaran rutin bulanan. Sama halnya dengan pengeluaran rutin belanja dapur dan biaya pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Jika dibandingkan dengan manfaat program JKN-KIS, menurut dia, iuran JKN-KIS tergolong sangat murah. Seharusnya, hemat dia, bisa terjangkau oleh semua orang, sehingga tidak ada alasan tunggak. Caranya sederhana saja yakni menetapkan skala prioritas kebutuhan dasar.

“Harus berani mencoba dan mulai mengatur skala kebutuhan dasar agar tidak menjadi beban pada saat dibutuhkan. Karena yang namanya sakit, kita tidak minta untuk sakit, namun kita tidak pernah tahu kapan sakit akan menghampiri kita, dan berapa banyak biaya pengobatannya,” sebut dia.

Ista menyarankan agar menjadi kewajiban bagi semua orang untuk menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

Hampir sama dengan peserta JKN-KIS lainnya, perempuan ini mengajak semua elemen mendukung program JKN-KIS. Dia berharap program ini terus berkesinambungan karena terbukti sangat bermanfaat.*** (eny)

Berita Terkait

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka tentang Perubahan APBD 2026, Senin (24/8)

Daerah

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:05 WITA