Maumere-SuaraSikka.com: Tidak banyak orang yang punya pikiran luar biasa seperti Yanista Jiona Putri. Perempuan ini menjadikan program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai kebutuhan dasar.
Yanista Jionita Putri, tentu punya alasan tersendiri. Ibu rumah tangga ini mengaku belum sempurna jika tidak memenuhi kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS.
Kepada media ini, Ista, demikian panggilan perempuan yang tinggal di Cemara Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka ini, membagikan pengalamannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengaku sangat merasa nyaman menjadi peserta JKN-KIS. Dan dia akan merasa lebih nyaman lagi jika lancar membayar iuran setiap bulan.
“Saya lancar membayar iuran, tanpa menunggak. Dan ini yang membuat saya merasa nyaman. Walaupun hingga saat ini saya belum pernah merasakan manfaat jaminan kesehatan dari program JKN-KIS,” ungkap Ista.
Dia menegaskan bahwa membayar iuran adalah kewajiban penting yang harus dilakukan.
“Itu wajib bagi kami dalam keluarga. Karenanya JKN-KIS kami jadikan sebagai salah satu kebutuhan dasar. Artinya JKN-KIS menjadi salah satu prioritas, sama seperti kebutuhan lainnya,” ujar dia.
Selain biaya pendidikan, dia menargetkan iuran perbulan JKN-KIS sebagai prioritas kebutuhan dasar. Dia pun rutin mengatur pengeluaran perbulan.
Sebelum tanggal 10 setiap bulan, Ista sudah pasti menyisihkan uang untuk kebutuhan dasar tersebut. Hal ini semata-mata agar dirinya tidak menunggak iuran.
Ista mengaku penghasilannya setiap bulan tidak besar. Tapi dengan rutin membayar iuran JKN-KIS tidak akan menjadi beban terhadap pengaturan pengeluaran keuangan.
“Kalau sudah menjadi salah satu prioritas kebutuhan dasar, maka secara otomatis akan menjadi pengeluaran rutin bulanan. Sama halnya dengan pengeluaran rutin belanja dapur dan biaya pendidikan,” ungkapnya.
Jika dibandingkan dengan manfaat program JKN-KIS, menurut dia, iuran JKN-KIS tergolong sangat murah. Seharusnya, hemat dia, bisa terjangkau oleh semua orang, sehingga tidak ada alasan tunggak. Caranya sederhana saja yakni menetapkan skala prioritas kebutuhan dasar.
“Harus berani mencoba dan mulai mengatur skala kebutuhan dasar agar tidak menjadi beban pada saat dibutuhkan. Karena yang namanya sakit, kita tidak minta untuk sakit, namun kita tidak pernah tahu kapan sakit akan menghampiri kita, dan berapa banyak biaya pengobatannya,” sebut dia.
Ista menyarankan agar menjadi kewajiban bagi semua orang untuk menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani.
Hampir sama dengan peserta JKN-KIS lainnya, perempuan ini mengajak semua elemen mendukung program JKN-KIS. Dia berharap program ini terus berkesinambungan karena terbukti sangat bermanfaat.*** (eny)















