Maumere-SuaraSikka.com: Rutin membayar iuran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), membuat Korolus Yosef Bay alias Kace menjadi tenang.
Pria 36 tahun ini berupaya agar setiap bulan tidak punya tunggakan iuran JKN-KIS. Sebelum jatuh tempo dia sudah melaksanakan kewajibannya.
Kace sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2017. Dia tercatat sebagai peserta dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk Kelas 1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan rutin membayar iuran, ujarnya, praktis kartu miliknya tetap aktif, dan bisa berfungsi kapan saja ketika dia mengalami sakit.
“Sedia payung sebelum hujan, itu prinsip saya terhadap program JKN-KIS. Kan kita tidak pernah tahu kapan akan sakit. Jadi harus rutin bayar iuran biar tenang. Saya bayar melalui autodebet,” ungkap dia akhir Mei lalu.
Sudah 2 kali Kace merasakan manfaat JKN-KIS. Dengan modal KIS, dia berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pernah juga dia dirujuk ke Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante.
Semua biaya pengobatan dijamin BPJS Kesehatan selaku lembaga penyelenggara jaminan sosial kesehatan.
Pelayanan petugas medis pun dirasakan cukup baik. Meski demikian, tambah dia, perlu ditingkatkan lagi sehingga pasien benar-benar merasa lebih nyaman.
Misalnya, kata dia, antrian panjang waktu mengurus administrasi. Kondisi ini harusnya diperbaiki, sehingga pasien tidak menunggu terlalu lama, dan sebaliknya petugas pelayanan pun tidak kerja terburu-buru.
Menyingung soal perubahan iuran sesuai Perpres 64 Tahun 2020, Kace tidak terlalu banyak memberikan tanggapan. Dia mengaku tidak terlalu mengikuti informasi tersebut.
Sebagai peserta mandiri yang membayar iuran sendiri setiap bulan, Kace mengaku tidak merasa keberatan dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait perubahan iuran.
Kace berharap program JKN-KIS terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Alasannya karema program ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat dari sisi biaya pengobatan.*** (eny)















