Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyinggung pelaksanaan pencegahan virus corona di daerah itu. Dia menyebut protokoler kesehatan mulai kendor.

Pernyataan Bupati Sikka ini disampaikan dalam pidato HUT Kemerdekaan RI, Senin (17/8), yang berlangsung di Kantor Bupati Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita masih berada di masa pandemi Covid-19. Maka saya juga mengharapkan partisipasi warga untuk menjaga diri dan melindungi keluarga dan sesama melalui protokoler kesehatan, yang mulai kendor,” ujar Bupati Sikka.

Seperti apa protokoler kesehatan yang mulai kendor di daerah ini, tidak digambarkan secara jelas. Bupati Sikka tidak menyebut sedikit pun fakta-fakta yang membuktikan kebenaran pernyataannya.

Catatan media ini, protokoler kesehatan sering menjadi masalah tersendiri. Di Pasar Alok misalnya, tidak ada pengaturan protokoler yang ideal. Seing sekali ditemukan para pedagang duduk berhimpitan, tidak menjaga jarak sebagaimana yang dianjurkan.
Kasus lain, Bupati Sikka pernah ditegur polisi karena tidak mengenakan masker, sebagaimana yang diberitakan salah satu media.

Namun Bupati Sikka akhirnya membantah berita tersebut, demikian polisi yang bersangkutan juga mengklarifikasi pemberitaan tersebut.
Sementara itu launching bantuan langsung tunai (BLT) di beberapa tempat, juga tidak mengindahkan protokoler kesehatan. Kegiatan ini menciptakan kerumunan orang yang dampaknya mengabaikan protokoler kesehatan.

Di sisi lain, sudah beberapa bulan ini sekolah diliburkan untuk menghindari kerumunan, demi mencegah penularan penyebaran virus corona. Demikian pun banyak kegiatan lain yang sifatnya menghimpun massa, ditiadakan. Namun belakangan ini pesta-pesta mulai diizinkan.*** (eny)















