13 Advokat di Sikka Gugat Kapolri dan Kapolres

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 23 September 2020 - 20:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 103 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan

Para advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 13 advokat di Kabupaten Sikka menggugat Kapolri dan Kapolres setempat dalam perbuatan melawan hukum atas kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang selama 4,5 tahun perkaranya tidak ditindaklanjuti.

Para advokat ini tergabung dalam Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan. Mereka bertindak sebagai kuasa penggugat atas nama Lukas Levi dan Anastasia Sama, yang merupakan orang tua korban.

13 Advokat di Sikka Gugat Kapolri dan Kapolres
Registrasi surat kuasa penggugat atas gugatan perbuatan melawan hukum, Senin (21/9)

Gugatan perbuatan melawan hukum ini sudah didaftarkan secara online melalui E-Court, Selasa (22/9). Pengadilan Negeri Maumere telah menerima pendaftaran gugatan, dengan memberikan registrasi perkara Nomor 33/Pdt.G/2020/PN.Mme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sidang perdana akan digelar pada 13 Oktober 2020,” demikian keterangan Alfonsus Hilarius Ase, salah seorang advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan, Rabu (23/9).

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
13 Advokat di Sikka Gugat Kapolri dan Kapolres
Ketua Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan Yohanes D Tukan

Ketua Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan Yohanes D Tukan menuturkan kasus pemerkosaan terhadap EDJ terjadi pada 23 April 2016. Saat itu korban berumur 15 tahun, dan masih duduk pada Kelas VI sebuah sekolah dasar di Kecamatan Paga.

Sehari sesudahnya, kasus pemerkosaan ini dilaporkan ayah korban ke Polsek Paga. Penyidik baru melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Maumere pada 1 Juni 2016, atau 1,5 bulan sejak kasus itu dilaporkan.

Selanjutnya jaksa penuntut umum mengembalikan berkas perkara ke Polsek Paga pada 1 Pebruari 2017, atau 8 bulan seaudahnya. Sejak berkas perkara dikembalikan, Polsek Paga tidak menindaklanjuti penyidikan guna melengkapi petunjuk jaksa penuntut umum.

Domi Tukan menambahkan, dalam kasus ini Polsek Paga telah menahan seseorang yang diketahui sebagai pelaku pemerkosaan dengan initial JLW. Pelaku ditahan pada 24 April 2016, dan tiga minggu sesudahnya dibebaskan tanpa ada alasan hukum.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Penggugat berhak menuntut ketidakadilan di muka hukum terkait tidak diprosesnya tindak kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap anak kandung mereka,” ujar Domi Tukan beralasan.

Dia menambahkan Kapolres Sikka sebagai Tergugat 1 bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas Polsek Paga yang mengeluarkan pelaku dan mengabaikan penyidikan, termasuk mengabaikan hak korban untuk mendapatkan keadilan.

Sementara Kapolri sebagai Tergugat 2, kata Domi Tukan, tidak melakukan pengawasan terhadap pengembanan fungsi dan pelaksanaan tugas kepolisian terhadap Tergugat 1 sebagai bawahannya.

Dalam gugatannya, Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan menegaskan bahwa klien mereka mengalami kerugian materiil dan immateriil dengan jumlah kerugian sebesar Rp 1.300.800.000.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru