Stef Sumandi: 8 Nakes Mutasi Keluar dari Mapitara, Tidak Ada Mutasi Masuk

0
425
Stef Sumandi: 8 Nakes Mutasi Keluar dari Mapitara, Tidak Ada Mutasi Masuk
Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi

Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Stef Sumandi angkat bicara soal mutasi tenaga kesehatan (nakes). Di Puskesmas Mapitara, 8 nakes mutasi keluar tapi tidak ada yang menggantikan posisi mereka.

Politisi PDIP dari Kecamatan Mapitara ini menambahkan di Poskesdes Glak, Poskesdes Egon Gahar dan Pustu Natakoli, justeru tidak ada petugas medis.

Dia mengaku menghargai proses mutasi yang dilakukan pemerintah, sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang mesti dimutasi, termasuk lama bertugas di suatu tempat dan lain-lain.

“Tetapi, ratio nakes, unit pelayanan kesehatan dan jumlah penduduk harus diperhatikkan,” tulis Stef Sumandi melalui WhatsApp kepada media ini, Jumat (25/9).

Ketua Fraksi PDIP ini mengatakan jika disandingkan dengan ratio penduduk dan unit-unit pelayanan kesehatan yang dibangun, justeru di Mapitara harus ditambah tenaga kesehatan.

“Kalau begini jadinya maka apa manfaat kita bangun unit-unit pelayanan kesehatan itu? Apakah tujuannya hanya untuk menghabiskan uang?” tanya dia kecewa.

Stef Sumandi mengaku miris dengan kebijakan mutasi nakes yang terakhir ini. Kebijakan tersebut, kata dia, menciptakan ketimpangan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, tambah dia, di sisi lain Kepala Puskesmas Mapitara mengeluh sulit sekali membagi tugas pelayanan kesehatan di tengah bencana Covid-19, infrastruktur jalan yang buruk, signal telepon selular tidak terjangkau, kendaraan puskesmas sering rusak, jarak antardesa cukup jauh, dan sebentar lagi akan hadapi demam berdarah dengue (DBD).

“Saya kira ini ada sesuatu yang terencana secara masif untuk menurunkan pelayanan kesehatan di Mapitara,” simpul dia.

Terkait mutasi 50-an nakes di Kabupaten Sikka baru-baru ini, juga sudah dikeluhkan Kepala Dinas Kesehatan Sikka Petrus Herlemus.

Akibat mutasi tersebut, terjadi penumpukan tenaga kesehatan di Puskesmas
Kopeta, Wolomarang, Beru, Waipare, dan Nita. Sementara sejumlah Puskesmas, Poskedes, Pustu di wilayah kecamatan lainnya justeru mengalami kekurangan tenaga kesehatan.

Kepala BKDPSDM Sikka Lukas Lawe beralasan mutasi nakes sudah dilakukan secara prosedural. Mutasi tersebut berangkat dari permintaan kemendesakan sejumlah pegawai negeri sipil yang bersangkutan kepada Tim Penilai Kerja (TPK).

Kemudian, katanya, dipadukan dengan kebutuhan Dinas Kesehatan untuk pelayanan kepada masyarakat sesuai usulan yang diajukan baru-baru ini.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini