Monika Tidak Pikir Lagi Biaya Berobat, JKN KIS Jadi Andalan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2020 - 12:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monika Bolang

Monika Bolang

Maumere-SuaraSikka.com: Sekarang ini Monika Bolang, 62 tahun, sudah tidak lagi memikirkan biaya berobat. Dia mengandalkan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Warga Kabupaten Sikka ini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2016. Dia terdaftar pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang iuran setiap bulan dibayar Pemkab Sikka.

Dia mengaku sudah memanfaatkan program JKN-KIS dengan mengaksesn layanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKRTL) atau rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru 1 bulan yang lalu saya berobat karena batuk pilek yang sudah berlarut-larut,” cerita dia.

Baca Juga :  Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Dari pengalaman pertama ini, Monika langsung merasakan manfaat besar dari program JKN-KIS.

“Sungguh luar biasa. Cukup tunjukan kartu KIS dan ikuti alur layanan berjenjang, mulai dari Puskesmas Kopeta Maumere sampai antri di poli RSUD TC Hillers Maumere. Memang lama, karena banyak yang berobat, jadi mau tidak mau harus menunggu giliran. Tidak masalah bagi saya,” ujar dia sambil tersenyum.

Kehadiran program JKN-KIS, kata dia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Dia mengaku menikmati manfaatnya karena program ini sangat membantu.

Sebelum menjadi peserta JKN-KIS, perempuan ini jarang sekali memeriksakan kesehatan kalau sedang mengalami sakit. Meski hanya sakit ringan seperti batuk dan pilek, dia tidak berani berobat ke fasilitas kesehatan. Dia lebih memilih istirahat dari rutinitas kerja. Alasannya sederhana saja, yakni masalah biaya pengobatan.

Baca Juga :  Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Tapi kondisi itu berbeda ketika Monika sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Biaya pengobatan tidak lagi menjadi kendala, karena BPJS Kesehatan telah memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi dirinya.

“Sekarang kalau sakit saya tidak ragu lagi ke fasilitas kesehatan. Sudah ada ini,” ungkapnya sambil memperlihatkan KIS miliknya.

Monika mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah hadir melalui JKN-KIS, juga kepada BPJS Kesehatan selaku penyelenggaranya. Dia berharap program ini terus berkesinambungan karena sangat membantu masyarakat.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA