Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi PDIP DPRD Sikka menyebut pemerintahan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wabup Romanus Woga (Roma) belum berpihak kepada rakyat.
Sikap politik ini disampaikan Sekretaris Fraksi PDIP Benediktus Lukas Raja saat menyampaikan pemandangan umum atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Perubahan APBD 2020, Rabu (7/10).
Pendapat itu untuk menanggapi rancangan postur APBD Perubahan 2020 yang disampaikan Wabup Sikka sehari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alokasi anggaran untuk belanja tidak langsung sangat signifikan besarannya, jika dibandingkan dengan belanja langsung. Ini artinya postur APBD Perubahan 2020 belum mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat,” ketus Dicky Raja.
Dicky Raja mengritisi porsi belanja tidak langsung dialokasikan kurang lebih 70 persen dari total belanja daerah, sedangkan porsi untuk belanja langsung hanya sebesar 30 persen. Dia pun mengaitkan dengan komitmen atau visi besar pemerintah saat ini adalah mewujudkan Sikka Bahagia Tahun 2023 dengan pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
“Itu artinya proses perencanaan anggaran yang disusun eksekutif harus searah dan sevisi dengan mimpi besar Saudara Bupati dan Wakil Bupati,” kritik dia.
Dia menambahkan Fraksi PDIP akan terus mendukung pemerintah agar proses perencanaan anggaran dalam APBD harus pro rakyat dan mencerminkan keberpihakan.
“Kita semua adakah abdi negara yang diangkat sumpah untuk bekerja dan berjuang serta melayani rakyat. Sudah saat prinsip dasar ini kita wujudkan dalam kerja-kerja nyata kita dengan perencanaan anggaran yang lebih besar untuk rakyat,” ajak dia memberi semangat.
Dalam Pidato Pengantar Bupati Sikka, disebutkan perubahan anggaran belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1.143.389.950.104,57, atau turun 9,96 persen dari anggaran semula Rp 1.269.850.000.000.
Dari pos belanja daerah, tercatat belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp 752.934.565.270,65, atau naik 4,44 persen dari anggaran semula sebesar Rp 720.909.032.292.
Sementara itu belanja langsung dianggarkan sebesar Rp 390.455.384.833,92, atau turun 28,87 persen dari anggaran semula Rp 548.940.967.708.*** (eny)















