Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka diperkirakan mengalami defisit Rp 96 miliar lebih pada tahun 2021. Untuk menekannya, Bupati Fransiskus Roberto Diogo bakal melakukan penghematan secara besar-besaran.
Pada rapat konsultasi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat, Sabtu (28/11), Bupati Sikka berencana melakukan penghematan sampai dengan Rp 30 miliar.
“Saya langsung memimpin untuk melakukan efisiensi. Kita akan lakukan pemangkasan secara benar, tapi tidak mengurangi atau menghambat kinerja pemerintah. Dan itu bisa dilakukan cukup besar sampai dengan Rp 30 miliar,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghematan akan dilakukan pada kegiatan-kegiatan non fisik, dan belanja daerah lainnya. Dia menyebutkan misalnya belanja perjalanan dinas, belanja makan-minum, dan pemanfaatan kendaraan pada setiap perangkat daerah.
“Misalnya perjalanan dinas, Bupati yang harus memberikan surat tugas. Kan kita tahu mana yang penting, mana yang tidak penting,” alasan dia.
Sejak awal pembahasan RAPBD 2021, Banggar DPRD Sikka sudah mewanti-wanti struktur anggaran yang mengalami defisit.
Salah satu cara yang dilakukan Banggar DPRD yakni memotong masing-masing 10 persen belanja ATK, belanja pemeliharaan kantor, dan belanja pemeliharaan kendaraan.
Banggar DPRD Sikka juga memangkas belanja bantuan sosial sebesar Rp 800 juta dari yang direncanakan Rp 2,5 miliar. Alokasi yang dipangkas itu adalah belanja bansos yang tidak direncanakan.
Selain itu Banggar DPRD Sikka juga memangkas penyertaan modal yang direncanakan Rp 22 miliar, kini menjadi Rp 10,5 miliar saja.
Penyertaan modal Rp 12 miliar kepada PT Bank NTT menjadi Rp 6 miliar, penyertaan modal Rp 9 miliar kepada Perumda Wair Puan menjadi Rp 4,5 miliar, dan penyertaan modal Rp 1 miliar kepada Perumda Mawarani dibatalkan.*** (eny)















