Warga Desak Kepala Desa Nita Mundur

0
421
Warga Desak Kepala Desa Nita Mundur
Ketua dan anggota BPD Nita bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda bertemu Sekretaris Dinas Pemdes, Jumat (4/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Warga Desa Nita di Kabupaten Sikka melalui BPD setempat bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mendesak Kepala Desa Nita mundur dari jabatannya.

Dua alasan penting mundurnya Kades Nita yakni dugaan kasus perbuatan amoral, dan yang terakhir adalah penyalahgunaan keuangan desa sebagaimana hasil temuan Inspektorat Sikka.

Desakan agar Kades Nita mundur disampaikan Ketua BPD Nita, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kepada Sekretaris Dinas Pemerintahan Desa Wilhelmus Levi, Jumat (4/12).

Ketua BPD Nita Herman Ranu mendesak Dinas Pemdes memberikan rekomendasi kepada Bupati Sikka untuk memberhentikan sementara Kades Nita.

“Berhentikan dulu dia sementara, biar dia lebih konsentrasi menyelesaikan temuan Inspektorat,” ujar Herman Ranu.

Herman Ranu mengatakan di tingkat masyarakat sudah terjadi keresahan akibat berbagai persoalan yang melibatkan kepaka desa.

Dia menyebut distribusi BLT misalnya, sampai sekarang baru dilaksanakan untuk 3 bulan. Padahal di desa-desa lain, distribusi sudah bulan ke-9.

Apalagi, tambah dia, kepala desa jarang masuk kantor, dan memiliki hubungan yang kurang bagus dengan BPD setempat.

Anggota BPD Fransiskus Nong menyebutkan roda pemerintahan di Desa Nita tidak berjalan sejak munculnya dugaan kasus amoral yang melibatkan kepala desa. Kini ditambah lagi dengan temuan Inspektorat sebesar Rp 191 juta lebih.

“Sebagai anggota BPD, saya memiinta pertimbangan Dinas sesuai kewenangan yang ada, sebaiknya Kades Nita diberhentikan sementara agar roda pemerintahan bisa berjalan. Kalau boleh awal 2021 dia diberhentikan sementara,” ujar pensiunan pegawai negeri ini.

Sementara itu Viktor Nekur juga mendukung Kades Nita diberhentikan sementara sehingga lebih konsentrasi menyelesaikan temuan Inspektorat.

Dia berharap Dinas Pemdes serius menindaklanjuti permintaan warga masyarakat untuk merekomendasikan pemberhentian sementara.

Wilhelmus Levi berjanji akan menyampaikan semua usulan BPD Nita bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kepada Kepala Dinas Pemdes.

“Ibu Kadis ada di Kupang. Semua yang disampaikan tadi sudah saya catat, nanti saya lanjutkan ke pimpinan. Kita sama-sama berharap agar bisa segera diselesaikan,” ujar dia.

Terhadap dua masalah serius yang melibatkan kepala desa, Wilhelmus Levi mengatakan jika itu terjadi pada dirinya, dia sudah mengundurkan diri.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini