
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 930 KK di Kabupaten Sikka terdampak bencana akibat cuaca ekstrim baru-baru ini.
Dana belanja tidak terduga (BTT) di BPBD Sikka pun tersedot, setidaknya mencapai Rp 2,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPBD Sikka Yohanes Laba menjelaskan 930 KK terdampak bencana tersebar di 21 desa dan 4 kelurahan pada 14 kecamatan.
Bencana yang terjadi seperti abrasi pantai, banjir rob, dan angin kencang.
“Banyak penduduk yang terdampak bencana, ada juga rumah yang rusak, tanaman rusak, sarana umum rusak. Syukurlah tidak ada korban jiwa,” ujar Yohanes Laba, Senin (16/1).
Dia menambahkan untuk penanganan warga terdampak bencana, BPBD Sikka telah menyalurkan bantuan logistik dan bahan bangunan. Total bantuan berjumlah lebih dari Rp 300 juta.
Selain itu, BPBD juga melakukan pekerjaan fisik pada 5 lokasi, dengan jumlah anggaran yang dialokasikan lebih dari Rp 2 miliar.
Pekerjaan fisik berupa tanggul penahan gelombang di Desa Nangahale Kecamatan Talibura, dan di Desa Wairblerer, Desa Waiara, dan Desa Geliting di Kecamatan Kewapante.
Satu lagi pekerjaan fisik yakni saluran pembuangan air di daerah pemukiman di Desa Wairblerer Kecamatan Kewapante.
Khusus untuk pekerjaan fisik, lanjut dia, sejak 8 Januari 2023 dihentikan sementara. Dia beralasan pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi terlebih dahulu.
“Kami akan evaluasi bersama Sekda, tim teknis, Bagian Hukum, APIP, juga kami akan undang Forkopimda,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, pada tanggal 26 Desember 2023 Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menerbitkan Surat Pernyataan Bencana selama 14 hari, hingga 8 Januari 2023.
Pernyataan bencana ini berdasarkan laporan dan kaji cepat BPBD Sikka, karena telah terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang pasang.
Kajian cepat BPBD Sikka menyebutkan cuaca ekstrim menyebabkan banjir pesisir (rob), abrasi pantai, banjir, angin kencang dan tanah longsor yang melanda di wilayah Kabupaten Sikka.
Akibatnya terjadi kerusakan rumah penduduk, tempat usaha masyarakat, sarana prasarana umum seperti jalan jembatan, plat duiker, bendung, turap pengaman.
Akibat lain yakni kerusakan peralatan nelayan, fasilifas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas umum lainnya, kerusakan tanaman pertanian dan tanaman lainnya, serta matinya hewan ternak seperti kambing, ayam dan babi.
Sejauh ini belum ada data pasti terkait akibat bencana ekstrim yang melanda Kabupaten Sikka.*** (eny)















