Maumere-SuaraSikka.com: Ketua KPU Sikka Yohanes Krisostomus Feri, Selasa (24/1) di Hotel Sylvia Maumere, melantik 582 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024 mendatang.
Pada kesempatan itu Yohanes Kristotomus Feri menegaskan sejak diambiil sumpah dan dilantik, PPS sudah bukan orang biasa lagi.
“Sejak hari ini teman-teman bertindak sebagai penyelenggara melayani pemilih dan peserta pemiihan umum. Jangan bertindak sebagai tim sukses,” ingat dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, lanjut dia, sebagai penyelenggara PPS harus bersikap netral. Cara yang termudah, kata dia, yakni menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik peserta pemilu.
“Jangan dekat dengan yang satu, lalu jauh yang lain, ini tidak boleh, harus netral,” ingat dia.
Dalam kaitan dengan itu, dia mengingatkan Pakta Integritas yang berisi rambu-rambu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara.

Yohanes Krisostomus Feri mengingatkan kembali salah satu butir Pakta Integritas yang menegaskan jika PPS melakukan peelanggaran, maka bakal dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi dan diproses secara pidana.
Untuk menambah wawasan, komisioner dua periode itu mendorong PPS agar selalu membaca PKPU Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan Adhoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota.
“Baca PKPU 8, kalau belum paham silakan bertanya kepada PPK, kalau belum paham juga, tanya ke KPU,” ujar dia.
Sebanyak 582 PPS ini tersebar pada 181 desa dan 13 kelurahan. Masing-masing desa/kelurahan berjumlah 3 orang PPS.
Jumlah desa di Kabupaten Sikka bertambah dari 147 menjadi 181, menyusul 34 desa pemekaran yang sudah didefinitifkan.*** (eny)















