Jakarta-SuaraSikka.com: Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy atau Rommy bicara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berpotensi pecah. Alasannya karena jalan di tempat dan masih gamang urusan capres dan cawapres.
Pernyataan ini langsung dibantah Waketum DPP Golkar Melchias Markus Mekeng. Politisi senior Partai Golkar itu menegaskan hingga kini KIB masih solid.
Melchias Mekeng berujar KIB merupakan koalisi yang dibentuk paling lama, bahkan sebelum Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang mendukung Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejauh ini, lanjut Melchias Mekeng, KIB masih konsisten menjelang Pemilu 2024.
Melchias Mekeng menyebut Rommy tidak merepresentasikan pandangan KIB, karena bukan ketua umum. Representasi KIB, kata dia, hanya dipaparkan oleh masing-masing Ketum partai dari PPP, Golkar dan PAN.
“Masih tetap konsisten kok KIB ini, ya Rommy ini kan baru muncul lagi di permukaan kan baru-baru saja, ya mungkin dia ketemu sama tokoh lain terus bilang seolah-olah sudah pecah. Itu kan statemen yang terlalu prematur, karena satu dia bukan seorang Ketum Partai,” tutur Melchias Mekeng, Selasa (7/3) di Jakarta.
Melchias Mekeng menganggap statemen Rommy sama halnya dengan pernyataan seorang politisi biasa saja.
“PPP kan masih tetap komit kepada KIB. Kalau saya anggap statemen Rommy itu politisi sesama politisi, terus ditanya wartawan, ya dibuat statemen itu. Tapi, menurut saya itu tidak representasi dari KIB, dari PPP,” lanjut Melchias Mekeng.
Wakil rakyat 5 periode ini menyebut perwakilan tiga parpol masih intens membahas Capres dan Cawapres KIB.
Terkait deklarasi, tambah dia, hanya menunggu perkembangan di publik.
“Kalau politik itu nggak ada target, bisa besok, bisa bulan depan, bisa 3 bulan lagi, itu politik nggak bisa diukur-ukur. Kan semua masih melihat situasi perkembangan di publik,” kata dia.
Melchias Mekeng menegaskan jika Ketum DPP Golkar Airlangga Hartarto masih diusulkan sebagai Bakal Capres dari Golkar.
Sementara itu, lanjuta dia, pembahasan Cawapres masih dimatangkan dalam internal.
“Iyalah (Airlangga capres Golkar), kan sudah dimantapkan di Munas. (Cawapres) nanti dong, internal aja dalam KIB,” ungkap dia.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Rommy bicara potensi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang kemungkinan bisa pecah.
Sebab, menurutnya, belum ada kemajuan yang berarti dari KIB hingga saat ini.
“KIB sampai hari ini masih ada (eksis). Saya melihat belum ada kemajuan berarti, baik tentang (sosok) Capres dan Cawapres,” kata Romy usai menjadi narasumber dalam acara Bimtek Anggota DPRD PPP se-Jatim di Surabaya, dilansir detikJatim Senin (6/3).
Rommy menambahkan, sampai saat ini dinamika politik, khususnya sosok Capres-Cawapres yang akan diusung KIB atau koalisi lain di Pilpres 2024 masih sangat cair.
“Jadi hari ini politik Indonesia untuk Capres-Cawapres masih cair dan semua kemungkinan masih terbuka. Bahkan saya melihatnya itu betul-betul sesuatu yang masih gamang satu sama lain,” jelasnya.
Jadi, hemat dia, kemungkinan perubahan di KIB pun masih sangat besar, baik pasangan koalisi parpol maupun Capres-Cawapres.*** (*/eny)















