Soal Parpol Terafiliasi Terorisme, Partai Garuda: Langsung Eksekusi Saja

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 Maret 2023 - 10:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi

Jakarta-SuaraSikka.com: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyitir ada partai politik baru yang terafiliasi jaringan terorisme. Partai Garuda langsung angkat bicara.

Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengingatkan BNPT agar sebelum diumumkan ke publik, sebaiknya langsung dieksekusi.

“Seharusnya tidak perlu diumumkan terlebih dahulu, tapi langsung eksekusi secara hukum. Setelah dieksekusi, baru diumumkan,” tegas Teddy Gunaidi, Rabu (15/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Partai Garuda membeberkan dua aturan yang bisa menjerat keterkaitan parpol dengan jaringan terorisme yakni UU tentang Terorisme dan UU Partai Politik.

Teddy Gusnaidi mengatakan masyarakat seperti diminta bermain tebak-tebakan atas pernyataan BNPT soal dugaan afiliasi partai politik dengan jaringan terorisme. Dia menguatirkan ada partai politik yang beraliran sesat kemudian berpura-pura nasionalis.

“Kalau begini, sama saja membocorkan informasi sehingga partai politik yang beraliran sesat itu waspada, berpura-pura nasionalis. Tambah lagi setelah diinformasikan, tidak disebutkan nama partai politiknya. Masyarakat seperti disuruh bermain tebak-tebakan, partai politik apakah itu?” ujar Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi tidak ingin muncul fitnah imbas pernyataan dari BNPT. Dia menilai BNPT tidak seharusnya membocorkan informasi sebelum ada tindakan dari aparat mengenai parpol yang terafiliasi jaringan terorisme.

Baca Juga :  Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere

“Pada akhirnya timbul fitnah sana-sini dan saling tuding. Tebak-tebakan ini malah berhadiah kegaduhan dan fitnah. Kenapa harus seperti ini? Kenapa tidak langsung eksekusi? Kenapa malah sibuk melapor ke media? Ini benaran ada atau hanya ingin terlihat eksis saja?” ujar Teddy.

Dia lalu mengibaratkan ada rencana mau menangkap teroris, tapi rencananya malah dibocorkan.

“Ini keanehan apa lagi sih?” sambung dia.

Sebelumnya, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan paham radikal sudah mulai menyusup menjelang Pemilu 2024. Menurut dia, ada partai politik yang tidak lolos verifikasi Pemilu 2024 terafiliasi dengan jaringan terorisme.

“Jadi memang benar kalau dibilang tidak ada tidak mungkin saya bilang tidak ada, tapi yang benar itu ada. Ada itu sudah ada perubahan strategi dari peluru ke kotak suara. Ini adalah salah satu siasat jaringan-jaringan yang terafiliasi termasuk kelompok intoleran untuk bisa menjadi bagian dalam pesta demokrasi untuk masuk ke dalam pesta demokrasi kita,” kata Boy Rafli Amar kepada wartawan di The St Regis Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (13/3).

Baca Juga :  Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere

Makanya, lanjut dia, saat verifikasi, pihaknya juga diminta klarifikasi dari masyarakat bahwa ada partai-partai tertentu yang diindikasikan calon-calon pengurusnya ada afiliasi ke kelompok-kelompok jaringan teroris.

“Tentu kita tidak bisa ekspos di sini, tapi kita berikan masukan,” sambung dia.

Boy Rafly Amar mengatakan ada satu partai politik yang terindikasi terafiliasi dengan jaringan terorisme. Namun dia tidak mengatakan nama partai politik tersebut.

“Satu partai. Tapi saya lihat daftarnya tidak masuk. Kita harus jaga ke depan jangan sampai nanti membentuk partai baru tetapi pengurusnya background-nya, latar belakangnya adalah kelompok intoleran, radikal, teroris. Background-nya ya, pengurusnya ya. Belum lagi platform, azas partai tentu tidak boleh lepas dari ideologi negara Pancasila,” ujar dia.

Dia mengatakan partai politik yang terafiliasi paham radikal tersebut merupakan partai yang tak lolos verifikasi tahapan pemilu. Menurut dia, hal itu menjadi upaya dari jaringan terorisme untuk merusak pesta demokrasi.

Boy Rafly Amar menambahkan kondisi-kondisi seperti ini agar menjadi kewaspadaan  bersama.*** (*/eny)

Berita Terkait

Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru