




Maumere-SuaraSikka.com: Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi kapal nelayan beserta 12 penumpang. Evakuasi dilakukan Selasa (18/4) pukul 15.10 Wita, atau setelah 7 jam sejak kapal nelayan tanpa nama tersebut mengalami mati mesin di perairan Pulau Sukun.
Semua penumpang dalam keadaan selamat. Mereka terdiri dari 2 orang dewasa, 3 remaja, dan 4 anak-anak, serta 3 kru kapal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sembilan penumpang dievakuasi ke kapal Rescue Boat 212 Maumere dan Sea Rider Lanal Maumere, untuk selanjutnya dibawa menuju pulau terdekat yaitu Pulau Pemana.
Sedangkan kapal nelayan tanpa nama ditarik kapal lain milik keluarga, juga menuju Pulau Pemana. Tiga kru kapal ikut di atas kapal yang bermasalah tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel mengapresiasi kerja Tim Gabungan SAR karena seluruh operasi SAR berlangsung aman dan lancar.
“Kapal beserta penumpang dan kru ditemukan 6.67 NM arah sebelah timur dari perkiraan lokasi kejadian. Syukurlah, semua bisa diselamatkan,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal nelayan tanpa nama mengalami mati mesin di antara perairan Pulau Sukun dan Pulau Pemana.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menjelaskan kapal kapasitas 5GT dengan bodi warna hijau, bertolak dari Pulau Kojadoi menuju Pulau Sukun pada pukul 05.00 Wita.
“Saat sampai di pertengahan antara Pulau Pemana dan Pulau Sukun sekitar pukul 08.00 wita, kapal mengalami kerusakan mesin. Bagian payung klep patah sehingga kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan,” jelas Mexianus Bekabel.
Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dan pertolongan dengan sarana pendukung berupa 1 unit Rescue Boat 212 Maumere, 1 unit Rapid Land Pos SAR Manggarai Barat, dan 1 set Palsar air lainnya.*** (eny)

















