




Maumere-SuaraSikka.com: Lima sampel otak anjing yang dikirim dari Kabupaten Sikka, dipastikan positip rabies. Praktis rabies pun kembali mengancam daerah itu.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan membenarkan ada tambahan kasus rabies di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami kirim 5 sampel, kemarin sudah dapat hasilnya dari Balai Besar Veteriner Denpasar, semuanya positip rabies,” jelas Yohanes Emil Satriawan yang dihubungi Kamis (20/4).
Dengan tambahan 5 kasus, jelas dia, maka selama tahun 2023 ini, sudah 6 kasus positip rabies di Kabupaten Sikka.
Media ini menghimpun 5 kasus gigitan anjing yang dicurigai rabies, dan sampel otaknya dikirim Dinas Pertanian, dan hasilnya dipastikan positip.
Pertama, anjing lokal betina, 5 bulan, menggigit 1 orang tanpa provokasi di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur.
Kedua, anjing lokal betina, 4 bulan, menggigit 1 orang saat diajak bermain di Desa Sikka Kecamatan Lela.
Ketiga, anjing lokal betina, 8 bulan, menggigit 1 orang tanpa provokasi di Desa Langir Kecamatan Kangae.
Keempat, anjing lokal betina, 2 bulan, menggigit 2 orang tanpa provokasi Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur.
Dan kelima, anjing lokal betina, 3 bulan, menggigit 3 orang saat akan diberi makan dan obat di Desa Habi Kecamatan Kangae.
Belum diketahui bagaimama nasib 8 korban gigitan anjing rabies. Sesuai mekanisme, korban gigitan anjing harus mendapatkan tata laksana gigitan hewan penular rabies, sehingga bisa diselamatkan.
Dokter Asep Purnama menegaskan hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit rabies.
“Pencegahan paska paparan dengan cuci luka dan vaksinasi, masih menjadi satu-satunya cara menyelamatkan kita dari ancaman kematian akibat virus rabies,” ujar dia.
Kepala Dinas Pertanian Sikka Yohanes Emil Satriawan memastikan saat ini tidak ada stok vaksin anti rabies di Kabupaten Sikka. Terakhir, kata dia, ada 8.000 VAR, namun semuanya sudah terpakai.
Menurut dia, dalam waktu dekat akan ada tambahan 1.000 VAR dari Dinas Peternakan Kupang. Itupun, lanjut dia, harus terus-menerus dikomunikasikan karena hampir semua kabupaten/kota di NTT membutuhkan VAR.*** (eny)

















