


Maumere-SuaraSikka.com: Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Sikka mendapat ilmu terkait teknik pertolongan di ketinggian dan pemindahan korban.
Pertolongan di ketinggian atau yang biasa sisebut HART (High Angle Rescue Technique) serta teknik pemindahan korban dalam keadaan darurat, merupakan ilmu baru bagi Tagana Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ilmu baru ini ditularkan orang-orang profesional yang kini sedang bertugas pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.
Kegiatan pelatihan pertolongan di ketinggian serta teknik pemindahan korban, merupakan kerja sama sinergisitas yang sangat positip antara Basarnas Maumere dan Tagana Sikka.
Awalnya Kepala Dinas Sosial Rudolfus Ali melayangkan surat kepada pimpinan Basarnas Maumere untuk memohon kerja sama guna meningkatkan kapasitas dan kualitas personil Tagana dalam menghadapi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kabupaten Sikka.
Permohonan Dinas Sosial direspons positip. Basarnas Maumere memutuskan memberikan pelatihan pertolongan di ketinggian serta teknik pemindahan korban dalam keadaan darurat.
Adapun kegiatan ini diikuti 26 personil Tagana dan 8 personil Tim Rescue Basarnas Maumere. Pembukaan kegiatan dilaksanakan Kamis (27/4) pagi tadi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Basarmas Maumere untuk bersama-sama melaksanakan latihan bersama dan sosialisasi penanganan cepat korban bencana kepada seluruh anggota Tagana Sikka.
“Kami berharap para anggota Tagana dapat merefresh kembali ilmu HART dan teknik Pemindahan korban sehingga bisa menolong korban dengan mengutamakan keselamatan diri sendiri dan korban,” ujar dia.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Rudolfus Ali pada kesempatan pembukaan kegiatan berharap seluruh anggota Tagana Sikka mengikuti materi praktik dengan baik.
“Jadikan pelatihan ini sebagai lmu yang berguna, terutama saat terjadi kedaruratan di daerah ini, serta lebih siap lagi saat melaksanakan Operasi SAR bersama Basarnas Maumere,” pinta dia.
Kegiatan pembukaan pelatihan teknik pertolongan di ketinggian dan pemindahan korban dihadiri juga aggota Fraksi PDI Perjuangan Alfonsus Ambrosius.
Dia mengatakan kegiatan sosial dan tanggap bencana merupakan bagian yang wajib diperhatikan lembaga legislatif di Kabupaten Sikka.
Dia mengapresiasi sinergitas Dinas Sosial Sikka dengan Basarnas Maumere dalam pemberian ilmu SAR.
“Semoga ke depan Basarnas Maumere dan Tagana terus bersinergi, terlebih sudah pernah bersama-sama menangani operasi SAR KM Jangkar Samudra yang mati mesin di perairan Maumere, dengan jumlah nelayan yang terevakuasi sebanyak 26 orang,” ujar dia.
Tampak personil Tagana Sikka sangat antusias mengikuti pelatihan.*** (eny)




















