


Maumere-SuaraSikka.com: Keluarga perempuan pelaku pencurian di Ginza Mode Maumere, tengah berupaya agar kasus pencurian tersebut berujung damai. Mereka telah mengembalikan uang senilai Rp 1,7 juta, dengan harapan korban mencabut laporan.
Maria Wati, korban pencurian yang ditemui di Satuan Reskrim Polres Sikka, Senin (8/5), mengaku sehari sebelumnya dia didatangi keluarga KLL alias Lince.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Satu orang mengaku keluarga pelaku datang ketemu saya, dia minta maaf, dan kembalikan uang yang dicuri pelaku, nilainya Rp 1,7 juta. Lalu minta saya cabut laporan,” jelas dia.
Perempuan korban pencurian ini mengaku telah mempertimbangkan pikiran dari berbagai pihak, termasuk suaminya. Dia pun memberikan maaf dan sepakat mencabut laporan.
Berdasarkan niat baik itu, Maria Wati mendatangi Reskrim Polres Sikka, Senin (8/5), dengan maksud mencabut laporan.
Dia didampingi seorang keluarga pelaku, sambil membawa serta sebuah surat pernyataan yang ditulis tangan dan ditandatangani di atas meterai.
Surat pernyataan tersebut berisi 6 poin. Pertama, pelapor/korban tidak lagi mempersoalkan permasalahan kasus pencurian tersebut dan tidak menuntut secara hukum dan minta kepada penyidik untuk diselesaikan melalui restorative justice.
Kedua, bahwa tersangka telah meminta maaf atas perbuatannya yang terjadi pada hari Senin tanggal 1 Mei 2023, dan korban/pelapor telah memaafkan tersangka.
Ketiga, korban/pelapor meminta agar terlapor jangan mengulangi perbuatan yang sama atau perbuatan yang lain, baik terhadap korban maupun orang lain.
Keempat, bahwa sesuai surat pernyataan yang dibuat ini, saya sebagai korban/pelapor dalam keadaan sadar dan tidak di bawah pengaruh atau tekanan dari pihak manapun.
Kelima, bahwa pihak korban berjanji tidak mempermasalahkan ini, dan dengan surat pernyataan ini maka korban/pelapor secara resmi menarik laporan, dan memohon agar pelaku tidak dihukum.
Keenam, bahwa tersangka juga merupakan tulang punggung keluarga, di mana sebagai ibu dan bapak dari anak-anak yang masih kecil dan masih membutuhkan biaya dan pendidikan yang layak.
Rencana Maria Wati mencabut laporan ternyata belum tersampaikan. Saat sedang menunggu penyidik, mendadak keluarga pelaku yang mendampingi Maria Wati berubah pikiran.
Dia spontan mengajak Maria Wati meninggalkan Reskrim. Keduanya pun beranjak, dan langsung menuju halaman parkir kendaraan bermotor dan meninggalkan Mapolres Sikka dengan menggunakan sepeda motor.*** (eny)




















