


Maumere-SuaraSikka.com: Aparat kepolisian di Kabupaten Sikka kini sedang mengincar seorang perempuan pencopet yang suka melancarkan aksi jahatnya di Kota Maumere.
Hal ini disampaikan Wakapolres Sikka Kompol Ruliyanto Junaedi Putera Pahroen kepada sejumlah wartawan di Mapolres Sikka, Senin (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari hasil pengembangan kasus ini, diduga masih ada 1 lagi perempuan yang juga mencopet atau membuka tas atau dompet di tempat keramaian,” ungkap Wakapolres Sikka.
Dia juga menyebut ciri-ciri perempuan pencopet dimaksud yakni sering memakai kain dan membawa tas keranjang.
Berhubung maraknya kasus pencopetan, Wakapolres Sikka mengimbau warga masyarakat di daerah itu agar mengamankan secara baik dompet atau tas yang dibawa di tempat keramaian.
Wakapolres Sikka sengaja menyinggung imbauan kamtibmas, setelah Tim Buser berhasil mengungkap 2 kasus pencopetan dan pencurian yang terjadi di Kota Maumere baru-baru ini.
Kasus pertama pada bulan April, dengan pelakunya adalah seorang laki-laki yang merupakan honor pada Kantor BPBD Sikka.
Pria ini mengaku-ngaku sebagai aparat polisi, lalu merampas handphone milik seorang gadis yang saat itu tengah berpacaran dengan kekasihnya di Monumen Tsunami.
Berikutnya seorang perempuan melakukan pencurian uang senilai Rp 1,7 juta di Ginza Mode Maumere.
Dua pelaku tersebut sudah ditangkap, dan kini diamankan di tahanan Mapolres Sikka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.*** (eny)




















