
Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjaan ruas jalan Kei-Riit di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, hingga kini belum selesai. Padahal kontrak pekerjaan ruas jalan ini ditandatangani pada 13 Desember 2021.
Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Frederikus Djen yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (17/5), menjelaskan sejauh ini material lokal sangat siap. Persoalannya, kata dia, karena alasan material non lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau material non lokal, ya aspal. Aspal ini sistemnya cash baru barang ada,” terang Fred K Djen yang juga adalah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Rabu (17/5).
Fred K Djen menambahkan informasi yang dia terima bahwa CV Enam Bersaudara selaku kontraktor pelaksana belum mengorder aspal.
Pengadaan aspal, lanjut dia, sekali pesan bisa mencapai Rp 700-an juta. Saat ini, bisa saja tambah mahal, karena terjadi kenaikan harga dua kali lipat.
“Jadi menurut saya
hanya persoalan itu saja yang buat lambat pekerjaan. Mereka sedang terkendala aspel pembiayaan,” ujar dia.
Dia menambahkan pekerjaan proyek ini, tergantung kepada pilihan dan risiko. Jika pekerjaan haria diselesaikan, risikonya terjadi pada jangka waktu karena penyedia harua dikenakan denda keterlambatan.
Sebaliknya, jika memilih taat pada ketentuan, risikonya pekerjaan bakal tidak selesai.
“Naj siapa yang mau membiayai jika pekerjaan tidak selesai? Sumber uang dari mana,” ungkap dia.
Terhadap berbagai persoalan yang terjadi pada peningkatan rias jalan Kei-Riit, Fred K Djen mendesak kontraktor pelaksana untuk segera mempercepat posisi keuangan.
“Segera percepat cost, beli aspal, kerja,” tegas dia.
Menurut Fred K Djen, jika aspal sudah ada maka proses penyelesaian pekerjaan untuk 1 kilometer lebih yang belum diaspal, hanya memakan waktu 2 hari saja.*** (eny)




















