
Maumere-SuaraSikka.com: Seorang tenaga kerja ilegal dari Kabupaten Sikka, dideportasi dari Singapura, Rabu (7/6).
Dia terpaksa memutuskan pulang kembali ke Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat, karena mengalami berbagai persoalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan paling mendesak yakni tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh majikan.
Magdalena Wanung Baruk tiba di Bandara Seda Maumere setelah menempuh perjalanan panjang dari Singapura, Jakarta, Kupang, dan Maumere.

Dia dijemput personil BP2MI Kabupaten Sikka. Setelah itu langsung dibawa ke Kelurahan Wailiti untuk serah terima ke keluarga.
Lapor Polisi Singapura
Perempuan 44 tahun ini bekerja di Singapura sejak Nopember 2022. Dia bekerja sebagai pengasuh jompo.
Tugas ini berhenti setelah 4 bulan, karena dia tidak tahan dengan penganiayaan yang dilakukan anak-anak jompo yang diasuh.
Masalah lain yang dia hadapi yakni persoalan gaji. Janda anak 3 ini digaji dengan nilai $550 Singapura atau sekitar Rp 5 juta per bulan.
Namun karena terikat dengan calo, Magdalena Wanung Baruk hanya menerima $22 Singapura per bulan.
Perempuan ini lalu melapor persoalannya kepada Kepolisian Singapura. Polisi langsung melakukan investigasi.
Lalu pada 11 Maret 2023 Kepolisian Singapura berkoordinasi dengan KBRI Singapura untuk menampung perempuan ini sambil menunggu kasusnya diselesaikan.
Pada 30 Mei 2023, KBRI Singapura menerima informasi dari Kepolisian Singapura bahwa investigasi telah selesai.
Setelah mempertimbangkan fakta-fakta yang ada, pemberi kerja diberi peringatan atas perbuatannya.
Selanjutnya pemberi kerja menyediakan tiket pulang hingga Jakarta, sesuai yang tertulis dalam kontrak kerja. KBRI Singapura ikut membiayai penerbangan dari Jakarta hingga Maumere.

Lewat Calo
Magdalena Wanung Baruk menuturkan kisahnya hingga bisa kerja di Singapura.
Dia mengaku suatu waktu didatangi seorang laki-laki, menawarkan kerja di Singapura. Laki-laki ini berasal dari sebuah perusahaan tenaga kerja yang tidak terdata.
Perempuan ini langsung setuju, karena dia mengaku berangan-angan mencari kerja di Singapura.
Hanya dalam waktu singkat, calo ini kemudian memfasilitasi keberangkatan Magdalena Wanung Baruk ke Batam melalui jalur laut. Selanjutnya dia diurus ke Singapura menggunakan feri.*** (eny)







Ikuti Kami
Subscribe












