
Maumere-SuaraSikka.com: Megaproyek pembangunan menara lonceng senilai Rp 12 miliar, sepertinya hanya sebuah khayalan besar. Faktanya, sejak peletakkan batu pertama pada 2 Pebruari 2022, selanjutnya tidak ada aktifitas pembangunan.
Yakobus Tonce Horang, Ketua PMKRI Cabang Maumere Santo Thomas Morus geram mengikuti dinamika pembangunan menara lonceng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam momentum pelantikan anggota baru PMKRI Cabang Maumere, Santo Thomas Morus, Minggu (11/6), Yakobus Tonce Horang menegaskan PMKRI sebagai organisasi yang peka terhadap fenomena sosial yang terjadi di Kabupaten Sikka, mempunyai tanggung jawab moral terkait peningkatan pembangunan dan masalah sosial di Kabupaten Sikka.
Dia lalu secara terbuka mengkritisi rencana pembangunan menara lonceng yang diinisiasi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Dia mengatakan seremoni peletakkan batu pertama disaksikan langsung Uskup Maumere beserta Forkompinda dan masyarakat di daerah itu. Pada akhirnya tidak ada pembangunan.
Menurut dia, fakta ini menunjukkan bahwa pembangunan menara lonceng tidak berdasarkan perencanaan yang matang.

“Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa Bupati Sikka Roby Idong telah melakukan penipuan terhadap Uskup dan Umat Katolik di Keuskupan Maumere,” tegas dia.
Menurut Ketua Presidium, banyak masalah yang semakin meningkat dari awal masa kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Dia menyebut seperti beberapa paket pekerjaan proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah senilai Rp 216 miliar lebih.
Selain itu, ujar dia, sda juga kasus dugaan korupsi pengadaan ayam KUB yang proses hukumnya hingga kini belum jelas.*** (eny)




















