

Maumere-SuaraSikka.com: Dunia jurnalistik di Kabupaten Sikka berduka. Gabriel Langga, jurnalis Media Indonesia yang bertugas di Kabupaten Sikka, meninggal dunia di sebuah hotel di daerah Rungkut Surabaya.
Gabriel Langga diperkirakan meninggal Selasa (13/6) di salah satu kamar hotel tersebut. Namun baru diketahui pada Rabu (14/5) malam. Mulutnya sudah berbusa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Demikian pun hasil visum luar di RS Dr Soetomo menegaskan seperti itu.
Dugaan kuat pria 36 tahun ini mengalami serangan jantung. Diketahui sebelumnya, dia pernah dua kali dirawat di RSUD TC Hillers karena mengalami gangguan jantung.
Jasad Gabriel Langga telah dikebumikan di pemakaman keluarga di
Nangalimang Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Jumat (16/6).
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga mewakili pemerintah daerah setempat, menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja-kerja jurnalistik Gabriel Langga.
Saat memberikan sambutan di depan kurang lebih 300 pelayat, Romanus Woga sempat menangis sejenak. Tampak dia terharu sekali dengan kepergian Gabriel Langga.
“Angga ini wartawan yang paling dekat dengan saya,” singgung aktifis dan pegiat koperasi itu sambil menggambarkan kedekatannya dengan Gabriel Langga.
Vicky da Gomez, Pemred SuaraSikka.com berbicara mengatasnamai Aliansi Wartawan Sikka (AWAS). Dia menyebut Gabriel Langga sebagai sosok jurnalis yang cerdas, kritis dan idealis.
“Wartawan boleh mati, tapi dia tetap akan menulis dari atas batu nisan,” seru dia memberi semangat kepada para wartawan yang berkabung atas kematian rekan mereka.
Mantan Sekretaris AWAS ini mengajak rekan-rekan wartawan untuk selalu menjaga kesehatan. Bagi dia, totalitas kerja merupakan tuntutan profesi, tapi kesehatan justeru menjadi hal penting, antara lain juga untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik.
Jenazah Gabriel Langga dipulangkan dari Surabaya, Kamis (15/6), diangkut dengan armada Lion Air menuju Kupang. Setelah itu dari Kupang dilanjutkan dengan Wings Air menuju Bandara Frans Seda Maumere.
Proses pemulangan jenazah sedikit agak terkendala mengingat selisih waktu antara kedatangan Lion Air di Kupang, dan keberangkatan Wings Air menuju Maumere.
Vicky da Gomez secara khusus menyampaikan terima kasih kepada manajemen Lion Air dan Wings Air yang sangat kooperatif dan membantu kelancaran pemulangan jenazah.
Gabriel Langga, salah satu wartawan yang membidani lahirnya Lenterapos.com, meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan yang masih menimba ilmu di bangku sekolah dasar.*** (eny)




















