

Maumere-SuaraSikka.vom: Berbagai cara dilakukan perekrut untuk mengirim tenaga kerja ilegal di Kabupaten Sikka. Modus baru yang terungkap yakni dengan memalsukan nama calon tenaga kerja.
Hal ini dialami Arkiles Sili, salah seorang calon tenaga kerja ilegal asal Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda berusia 20 tahun ini mengaku mendapatkan tiket kapal KM Bukit Siguntang dari perekrut. Namun pada tiket kapal tersebut tertera nama Maria Yuvanti.
“Saya punya nama Arkiles Sili, tapi dia kasih tiket atas nama Maria Yuvanti. Dia pesan kalau diperiksa, jawab saja tiket tertukar,” cerita Arkiles Sili di Mapolres Sikka, Minggu (25/6).
Arkiles Sili mengaku baru pertama kali bertemu perekrut saat pengambilan tiket kapal. Selama ini, kata dia, komunikasi untuk ke Kalimantan, melalui orang lain.
Pemuda berusia 20 tahun ini mengatakan dia dijanjikan kerja pada sebuah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan.
Dia lalu diminta menyiapkan uang sebanyak Rp 350.000, untuk biaya tiket Rp 300.000 dan rapid Rp 50.000. Kekurangan harga tiket ditanggung perekrut.
Arkiles Sili merupakan satu dari 27 tenaga kerja ilegal yang diamankan polisi di Pelabuhan Laurens Say Maumere, sejak Sabtu (24/6) hingga Minggu (25/6).
Polisi menggelandang 27 tenaga kerja ilegal tersebut ke Mapolres Sikka untuk kepentingan pemeriksaan. Bersamaan dengan mereka, polisi mengamankan 2 orang perekrut.*** (eny)















