
Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka boleh dibilang gagal mengurus rabies. Meski sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), kasus rabies justeru semakin marak terjadi.
Kabar terbaru, pemeriksaan 12 specimen otak anjing dari Kabupaten Sikka di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar Bali, Kamis (6/7), memunculkan hasil yang mengejutkan. Pasalnya, ternyata 10 di antaranya dipastikan positip rabies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Yohanes Emil Satriawan yang dihubungi Sabtu (8/7), membenarkan terjadi penambahan 10 specimen otak anjing yang dinyatakan positip.
Sepuluh ekor anjing positip rabies tersebut tersebar di Desa Watuliwung Kecamatan Kangae, Dusun Kloang Lagot Desa Wairkoja Kecamatan Kewapante, Kelurahan Wairotang Kecamatan Alok Timur, Dusun Hapeng Desa Munerana Kecamatan Hewokloang, Desa Watuliwung Kecamatan Kangae, Dusun Waipare Desa Watumilok Kecamatan Kangae, dan Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.
Kabupaten Sikka makin tidak berdaya hadapi rabies karena stok vaksin sudah habis sejak akhir Juni lalu.
Kepala Dinas Pertanian Sikka yang akrab disapa Jemmy Sadipun beralasan pihaknya sedang melakukan pengadaan 11.500 dosis vaksin yang dibiayai dari APBD 2023 Sikka.
“Mudah-mudahan dalam bulan Juli ini sudah tiba di Maumere,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui Kabupaten Sikka dinyatakan KLB rabies pada Mei 2023 lalu. Kala itu, hingga April 2023, terdapat 518 kasus gigitan anjing, hingga 1 orang meninggal dunia.
Saat dinyatakan KLB rabies, terdapat 17 specimen otak anjing yang diperiksa, 10 di antaranya dipastikan positip rabies.*** (eny)















