
Depok-SuaraSikka.com: KSP Kopdit Pintu Air yang berkantor Pusat di Rotat Desa Ladogahar Keacamatan Nita Kabupaten Sikka, terus mengembangkan sayap. Kali ini mereka menembus hingga Depok di Propinsi Jawa Barat.
Adalah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kampung Sawah Kota Bekasi Jawa Barat, yang membawa koperasi kredit ini hingga ke Depok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengembangan sayap ke Depok diinisiasi oleh Farida Danura, seorang jurnalis senior yang juga Kepala Humas-Media Center Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Farida Denura bersama Pengurus KCP Kampung Sawah, Wakil Ketua Komite Sirinus Gleko, Manajer Vincen Funan dan Satuan Pengawas Internal (SPI) Sabinus Moa, melakukan sosialisasi tentang KSP Kopdit Pintu Air ke warga diaspora NTT yang bermukim di wilayah Depok dan sekitarnya, Sabtu (15/7).
Sosialisasi berlangsung di kediaman keluarga Elven Rajalewa di Grand Depok City Cluster Alamanda C7/18, Depok. Sebanyak 17 calon anggota hadir pada kesempatan tersebut.
“Calon anggota tampak sangat antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan Sirinus Gleko. Pertanyaan-pertanyaan kritis disampaikan dan diskusi menjadi hangat,” demikian Farida Denura melalui rilis yang diterima media ini, Selasa (18/7).
Farida Denura selaku inisiator yang menjadikan wilayah Depok sebagai titik kumpul berikutnya mengatakan warga diaspora NTT di wilayah Depok dan sekitarnya cukup banyak.
“Dengan titik kumpul di Depok maka KSP Kopdit Pintu Air mendekatkan diri dengan warga diaspora NTT di Depok dan sekitarnya, sekaligus mengajak mereka menjadi anggota di mana melalui koperasi ini warga dididik untuk rutin menabung dan menghindari gaya hidup konsumtif,” ujar dia.

Pada momen sosialisasi ini, Pengurus KCP Kampung Sawah sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia Yakobus Jano, melalui percakapan telepon.
Yakobus Jano berterima kasih atas terselenggaranya sosialisasi KSP Kopdit Pintu Air di wilayah Depok.
Yakobus Jano juga mengaku bangga karena srikandi-srikandi dari wilayah Depok bersemangat bergabung menjadi anggota dan selanjutnya ingin mengembangkan Pintu Air di wilayah tersebut.
Momen ini dimanfaatkan Yakobus Jano berkisah awal berdirinya KSP Kopdit Pintu Air yang dimulai hanya karena sebuah arisan keluarga berjumlah 50 orang.
“Berawal dari 50 orang yang berkumpul karena arisan keluarga, Kopdit Pintu Air berkembang menjadi koperasi yang besar dengan jumlah anggota 346.000 untuk saat ini, dengan 59 kantor cabang dan 12 KCP yang ada di Indonesia,” tutur Yakobus Jano.
Yakobus Jano berpesan agar pertemuan awal di Depok harus menorehkan sejarah sebagai cikal bakal berdirinya KSP Kopdit Pintu Air Depok.
“Tetap semangat, optimis, karena wilayah Depok berdomisili ribuan warga diaspora NTT dan juga warga suku lainnya. Pedagang kecil, pedagang pasar merupakan salah satu sasaran yang potensial,” ungkap Yakobus Jano.
Ketua Komite KSP Kopdit Pintu Air KCP Kampung Sawah Emanuel Migo menyambut gembira semangat calon anggota di Depok dan sekitarnya yang hendak bergabung dengan KSP Kopdit Pintu Air.
Bagi dia, semangat ini perlu dipupuk dan tularkan ke saudara dan kenalan lainnya dengan mengajak menjadi anggota.
“Target anggota adalah kelompok masyarakat nelayan, petani, buruh, dan pedagang skala kecil dan mikro. Meskipun demikian kita juga mengajak semua orang untuk bergabung mengembangkan solidaritas dan kerja sama membangun perekonomian yang lebih baik,” ujar dia.
Sementara Manajer KSP Kopdit Pintu Air Kampung Sawah Vincen Funan melihat Depok sebagai wilayah yang sangat prospek karena banyak warga diaspora NTT.
“Saya melihat Depok akan berkembang. Perkembangan ini juga karena setiap bulan kita mengadakan pendidikan secara rutin yaitu Rapat Anggota Bulanan sehingga anggota maupun calon anggota dapat benar-benar memahami stiap perkembangan di KSP Kopdit Pintu Air,” ujar Vincen Funan.
Dia juga menyinggung motto Kopdit Pintu Air yakni “Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu”. Motto ini, ujar dia, mengandung prinsip kekeluargaan dan solidaritas di antara anggota, dan tentu saja akan memperkuat tali persaudaraan dan kekeluargaan di antara anggota.
KSP Kopdit Pintu Air mengemban visi menyejahterakan seluruh anggota. Sedangkan misinya adalah menjaring seluruh lapisan masyarakat Indonesia menjadi anggota, terkhusus masyarakat kelas nelayan, petani, peternak, dan buruh.
KSP Kopdit Pintu Air adalah koperasi simpan pinjam terbesar di Indonesia saat ini. Saat ini jumlah anggota tercatat mencapai 346.000. Hingga akhir tahun 2022, jumlah aset mencapai Rp 1,75 triliun. (*/eny)















