
Maumere-SuaraSikka.com: Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata serius mendalami kasus dugaan sunat dana sertifikasi guru di Dinas PKO setempat.
Hal ini disampaikan Kapolres Sikka kepada wartawan, usai menerima perwakilan guru-guru penerima dana sertifikasi, Kamis (20/7) di Mapolres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami baru terima tuntutan, nanti dipelajari dulu fakta-fakta di lapangan,” ujar AKBP Hardi Dinata yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolres Sikka.
AKBP Hardi Dinata belum mau membeberkan langkah-langkah hukum yang akan dilakukan dalam penanganan kasus dugaan sunat dana sertifikasi. Dia beralasan akan pelajari terlebih dahulu, dan tidak mau berbicara atas dasar asumsi.
Sebagaimana diketahui, guru-guru penerima dana sertifikasi yang tergabung dalam Ikatan Guru Sertifikasi (Tagsi) menggelar aksi demonstrasi pada sejumlah institusi. Salah satunya di Mapolres Sikka.
Pada momen aksi demonstrasi di Mapolres Sikka, Ketua Tagsi Fransesko Losi didampingi beberapa guru menemui Kapolres Sikka. Mereka hanya menyampaikan pernyataan sikap secara tertulis.
Fransesko Losi mengatakan Tagsi mendukung penuh proses hukum kasus dugaan sunat dana sertifikasi yang sedang ditangani Polres Sikka.
Sejauh ini diketahui penyidik Reskrim Polres Sikka telah memeriksa 4 orang yakni Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Alfred Miraflores, operator dana sertifikasi Iswadi, Bendahara Pengeluaran Irma, dan Kepala Dinas PKO Sikka yang diberhentikan sementara Yoseph Heriyanto Vandiron Sales.
Dana sertifikasi triwulan pertama tahun 2023 diduga disunat sebesar Rp 642.159.266. Selain Polres Sikka, kasus ini juga ditangani Kejaksaan Negeri Sikka.*** (eny)















