
Maumere-SuaraSikka.com: Aksi demonstrasi terkait dugaan sunat dana sertifikasi guru di Dinas PKO Kabupaten Sikka, kembali terjadi. Kali ini, aksi dilancarkan oleh PMKRI Maumere.
Puluhan aktifis PMKRI Maumere melancarkan aksi di depan Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani, Senin (24/7). Mereka berencana bertemu Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata, namun yang bersangkutan sedang tidak ada di tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktifis PMKRI Maumere hanya melancarkan orasi secara bergantian dari atas sebuah pikup. Mereka mendesak Polres Sikka serius dan tuntas menangani perkara dugaan sunat dana sertifikasi guru sebesar Rp 642.159.266.
Aksi ini menarik ketika operator pengeras suara memutar lagu Hymne Guru. Spontan demonstran yang berbaju hitam dengan atribut PMKRI langsung berlutut beralaskan aspal.
Lagu Hymne Guru diputar berulang-ulang, sebanyak tiga kali. Aktifis PMKRI Maumere tetap menunjukkan sikap berlutut di tengah terik matahari di Kota Maumere.
Momen haru ini sempat menggelitik sejumlah warga yang menyaksikan langsung aksi demonstrasi PMKRI Maumere. Bebetapa di antaranya tampak tertunduk melihat momen ini.
Lagu Hymne Guru bukan pertama kali mengudara saat perjuangan mengembalikan dana sertifikasi guru yang diduga disunat sebesar Rp 642.159.266.
Sebelumnya, guru-guru penerima dana sertifikasi juga melantunkan lagu ini ketika menggelar aksi pada Kamis (20/7) lalu.
Mereka menyanyi penuh semangat dam penjiwaan saat aksi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Mapolres Sikka, Kantor Bupati Sikka, Gedung DPRD Sikka, dan Kantor Dinas PKO Sikka.*** (eny)















