Seruan PMKRI Maumere: Segera Tetapkan Tersangka Sunat Dana Sertifikasi Guru

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 Juli 2023 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 185 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demonstrasi aktifis PMKRI Maumere terkait kasus dugaan sunat dana sertifikasi, Senin (24/7)

Aksi demonstrasi aktifis PMKRI Maumere terkait kasus dugaan sunat dana sertifikasi, Senin (24/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Aktifis PMKRI Maumere turun ke jalan, Senin (24/7). Mereka mendesak aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka kasus dugaan sunat dana sertifikasi di Dinas PKO Kabupaten Sikka.

Belasan aktifis PMKRI Maumere di bawah pimpinan Ketua PMKRI Maumere Jakobus T Horang, menggelar aksi di Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani dan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka di Jalan Sudirman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PMKRI Maumere Jakobus T Horang sedang berorasi

Di Mapolres Sikka, PMKRI Maumere gagal bertemu Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata. Informasinya, Kapolres Sikka sedang mengikuti kegiatan simulasi penanganan kunjungan kerja istri Kapolri.

Mereka diarahkan untuk bertemu salah satu perwira di Polres Sikka. Namun PMKRI Maumere menolak karena mereka lebih ingin beraudiens dengan Kapolres Sikka.

Massa aksi pun hanya melancarkan orasi secara bergantian, termasuk membacakan pernyataan sikap dan tuntutan.

Aktifis PMKRI Maumere menyerahkan pernyataan sikap dan tuntutan kepada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka

Sedangkan di Kejaksaan Negeri Sikka, PMKRI Maumere juga gagal bertemu Kajari Sikka Fatoni Hatam, yang saat itu sedang mengikuti video conference internal.

Perwakilan PMKRI Maumere akhirnya diterima Kasi Intelijen Ibrahim dan Kasi Barang Bukti Iwan Gunawan di depan pintu masuk Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

Baca Juga :  Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
PMKRI Maumere mengingatkan aparat penegak hukum tidak disuap dalam menangani kasus dugaan sunat dana sertifikasi guru

Dalam aksi ini, PMKRI Maumere membawa serta 2 buah spanduk. Masing-masing bertuliskan, APH Jangan Mau Disuap: Tangkap Maling Berdasi, dan Quo Vadis Dana Sertifikasi: Duka Guru Duka PMKRI.

Dalam aksi ini, PMKRI Maumere menyerukan aparat penegak hukum segera menangkap para pencuri dana sertifikasi guru.

“Tidak ada toleransi dan ampunan bagi pata koruptor. Oleh karena itu aparat penegak hukum tidak boleh bermain mata, apalagi disuap untuk menutupi kasus tersebut,” tegas salah seorang orator.

PMKRI Maumere mengingatkan aparat penegak hukum agar kasus penggelapan dana sertifikasi yang dilakukan oknum di Dinas PKO Sikka, jangan dilihat pada persoalan administrasi yang mengedepankan penyelesaian dengan sanksi administrasi berupa pengembalian uang negara.

Jika tindakan hukum seperti itu, menurut PMKRI Maumere hal itu merupakan penerpan logika hukum yang sesat dan cacat.

“Secara hukum, sangat jelas, bahwa batang siapa yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian negara, wajib hukumnya diproses secara pidana,” terang Jakobus T Horang.

Baca Juga :  Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Salah satu spanduk yang dibentangkan PMKRI Maumere saat aksi terkait dugaan sunat dana sertifikasi

PMKRI Maumere menyebut bukti materiil sudah jelas bahwa terdapat kerugian negara dan pata guru yang menjadi korban atas kasus ini.

Bukti lainnya, bahwa penandatanganan MoU yang dilakukan mantan Kadis PKO Sikka Yoseph Heriyanto Vandiron Sales telah menyalahi keabsahan hukum perdata.

Menurut PMKRI Maumere penandatanganan nota kesepakatan tersebut tanpa adanya sikap transparansi kepada para guru penerima dana sertifikasi.

PMKRI Maumere juga menyinggung fenomena saling tuding dan saling lempar tanggung jawab yang dipertontonkan oleh Bendahara Pengeluaran, Operrator, dan mantan Kadis PKO Sikka.

Sikap tersebut, sebut PMKRI Maumere, mencerminkan watak pejabat publik yang tidak bertanggungjawab. PMKRI Maumere menyayangkan pejabat-pejabat yang dipercayakan untuk mengurus kemajuan pendidikan justeru malah menjadi ladang terciptanya dukun-dukun birokrasi yang korup dan disintegritas.

Jakobus T Horang dan kawan-kawan mengancam akan turun lagi melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika aparat penegak hukum tidak segera menetapkan tersangka kasus dugaan sunat dana sertifikasi.*** (eny)

Berita Terkait

Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS
Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:54 WITA

Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:29 WITA

Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:49 WITA

837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:19 WITA

Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Senin, 29 Juni 2026 - 19:55 WITA

Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru

Defri Ngo

Opini

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:27 WITA

Kolase foto Kylian Mbape, Lamine Yamel, Jude Bellingham, Lionel Messi

Opini

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 12 Jul 2026 - 16:26 WITA