Iswadi Pingsan di Dinas PKO, RDP di DPRD Sikka Diskors

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 Juli 2023 - 09:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 120 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat dengar pendapat tentang dugaan sunat dana sertifikasi, Kamis (27/7)

Suasana rapat dengar pendapat tentang dugaan sunat dana sertifikasi, Kamis (27/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Operator dana sertifikasi guru, Iswadi, dikabarkan pingsan di Kantor Dinas PKO Sikka, Kamis (27/7). ‘Orang penting’ dalam kasus ini tersebut dilarikan ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.

Pada saat yang sama, DPRD Sikka sedang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dana sertifikasi bersama sejumlah pihak. Lantaran Iswadi pingsan, RDP akhirnya diskors.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabarnya, Iswadi mendadak pingsan saat sedang bersiap diri mengikuti RDP. Kepala Dinas PKO Sikka Germanus Goleng bersama Kepala Inspektorat Sikka Servasius Sewar pun terpaksa tinggalkan forum RDP, dan langsung menuju RSUD TC Hillers Maumere.

Sejumlah guru mengikuti rapat dengar pendapat tentang dugaam sunat dana sertifikasi

RDP akhirnya dilanjutkan lagi setelah Kadis PKO Sikka dan Inspektur Sikka kembali ke DPRD Sikka. Keduanya membawa serta surat keterangan dari dokter yang merawat Iswadi. Dalam suratnya dokrer menerangkan Iswadi sedang sakit dan butuh istirahat.

Kondisi kesehatan Iswadi ini membuat forum RDP ‘gaduh’. Rapat yang hanya dihadiri 11 dari 35 anggota DPRD Sikka itu terbelah menjadi dua.

Beberapa anggota DPRD Sikka ngotot RDP ditunda karena butuh kehadiran Iswadi. Bahkan ada yang mengusulkan untuk menjenguk Iswadi di IGD.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Wenseslaus Wege, anggota DPRD Sikka dari Partai Hanura malah tidak percaya dengan surat keterangan dokter tentang kesehatan Iswadi. Dia pun berinisiatif sendiri menjenguk langsung Iswadi di IGD.

Sementara anggota DPRD Sikka lainnya meminta RDP dilanjutkan meskipun tanpa kehadiran Iswadi.

Perseteruan akan kondisi kesehatan Iswadi, seolah mengabaikan desakan guru-guru agar menghadirkan juga Sekda Sikka Adrianus Frminus Parera sebagai Ketua Tim Pemeriksa kasus dugaan pelecehan di Dinas PKO Sikka dan masalah dana sertifikasi.

Guru-guru menginginkan agar Sekda Sikka juga memberikan keterangan sejauh mana hasil kerja Tim Pemeriksa.

Wakil Ketua Komisi 3 Yoseph Don Bosko memimpin rapat dengar pendapat terkait dugaan sunat dana sertifikasi guru, Kamis (27/7)

Pimpinan RDP Yoseph Don Bosko akhirnya menunda RDP. Dia beralasan karena forum RDP saat itu tidak lengkap.

“Komisi 3 akan koordinasi untuk RDP lagi dengan menghadirkan semua pihak terutama Iswadi dan Sekda Sikka. Kita juga perlu tahu minimal apa sikap pemerintah dengan kondisi seperti ini,” ujar Wakil Ketua Komisi 3 itu.

Ketua Ikatan Guru Sertifikasi Fransesko Losi

Ketua Ikatan Guru Sertifikasi (Tagsi) Fransesko Losi mengaku kecewa berat dengan RDP yang terus-menerus gagal.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Dia mengatakan kalau kondisi seperti ini terus terjasi, bukan tidak mungkin guru-guru penerima dana sertifikasi bakal mogok mengajar.

Sebagaimana diketahui, dana sertifikasi guru di Kabupaten Sikka diduga disunat sebesar Rp 642.159.266.

Uang tersebut dicairkan Bendahara Pengeluaran melalui cek yang ditandatangani Kepala Dinas PKO Sikka waktu itu Yoseph Heriyanto Vandiron Sales bersama Bendahara Pengeluaran. Pencairan dilakukan dua kali, masing-masing Rp 250.000.000 dan Rp 392.159.266.

Setelah pencairan, Bendahara Pengeluaran menyerahkan uang kepada Iswadi, dengan tujuan membayar angsuran pinjaman guru-guru penerima dana sertifikasi ke KSP Nasari.

Iswadi mengaku memgambil uang tersebut, dan dua kali menyerahkan ke Yoseph Heriyanto Vandiron Sales. Dia sendiri mendapat jatah Rp 52.000.000.

Sementara Yoseph Heriyanto Vandiron Sales membantah telah menerima uang dari Iswadi.

Kasus sunat dana sertifikasi kini tengajmh diselidiki Kejaksaan Negeri Sikka dan Polres Sikka. Sementara Inspektorat Sikka sedang melakukan audit investigasi dengan meminta keterangan dari pihak terkait.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru