
Maumere-SuaraSikka.com: Operator dana sertifikasi guru, Iswadi, dikabarkan pingsan di Kantor Dinas PKO Sikka, Kamis (27/7). ‘Orang penting’ dalam kasus ini tersebut dilarikan ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.
Pada saat yang sama, DPRD Sikka sedang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dana sertifikasi bersama sejumlah pihak. Lantaran Iswadi pingsan, RDP akhirnya diskors.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabarnya, Iswadi mendadak pingsan saat sedang bersiap diri mengikuti RDP. Kepala Dinas PKO Sikka Germanus Goleng bersama Kepala Inspektorat Sikka Servasius Sewar pun terpaksa tinggalkan forum RDP, dan langsung menuju RSUD TC Hillers Maumere.

RDP akhirnya dilanjutkan lagi setelah Kadis PKO Sikka dan Inspektur Sikka kembali ke DPRD Sikka. Keduanya membawa serta surat keterangan dari dokter yang merawat Iswadi. Dalam suratnya dokrer menerangkan Iswadi sedang sakit dan butuh istirahat.
Kondisi kesehatan Iswadi ini membuat forum RDP ‘gaduh’. Rapat yang hanya dihadiri 11 dari 35 anggota DPRD Sikka itu terbelah menjadi dua.
Beberapa anggota DPRD Sikka ngotot RDP ditunda karena butuh kehadiran Iswadi. Bahkan ada yang mengusulkan untuk menjenguk Iswadi di IGD.
Wenseslaus Wege, anggota DPRD Sikka dari Partai Hanura malah tidak percaya dengan surat keterangan dokter tentang kesehatan Iswadi. Dia pun berinisiatif sendiri menjenguk langsung Iswadi di IGD.
Sementara anggota DPRD Sikka lainnya meminta RDP dilanjutkan meskipun tanpa kehadiran Iswadi.
Perseteruan akan kondisi kesehatan Iswadi, seolah mengabaikan desakan guru-guru agar menghadirkan juga Sekda Sikka Adrianus Frminus Parera sebagai Ketua Tim Pemeriksa kasus dugaan pelecehan di Dinas PKO Sikka dan masalah dana sertifikasi.
Guru-guru menginginkan agar Sekda Sikka juga memberikan keterangan sejauh mana hasil kerja Tim Pemeriksa.

Pimpinan RDP Yoseph Don Bosko akhirnya menunda RDP. Dia beralasan karena forum RDP saat itu tidak lengkap.
“Komisi 3 akan koordinasi untuk RDP lagi dengan menghadirkan semua pihak terutama Iswadi dan Sekda Sikka. Kita juga perlu tahu minimal apa sikap pemerintah dengan kondisi seperti ini,” ujar Wakil Ketua Komisi 3 itu.

Ketua Ikatan Guru Sertifikasi (Tagsi) Fransesko Losi mengaku kecewa berat dengan RDP yang terus-menerus gagal.
Dia mengatakan kalau kondisi seperti ini terus terjasi, bukan tidak mungkin guru-guru penerima dana sertifikasi bakal mogok mengajar.
Sebagaimana diketahui, dana sertifikasi guru di Kabupaten Sikka diduga disunat sebesar Rp 642.159.266.
Uang tersebut dicairkan Bendahara Pengeluaran melalui cek yang ditandatangani Kepala Dinas PKO Sikka waktu itu Yoseph Heriyanto Vandiron Sales bersama Bendahara Pengeluaran. Pencairan dilakukan dua kali, masing-masing Rp 250.000.000 dan Rp 392.159.266.
Setelah pencairan, Bendahara Pengeluaran menyerahkan uang kepada Iswadi, dengan tujuan membayar angsuran pinjaman guru-guru penerima dana sertifikasi ke KSP Nasari.
Iswadi mengaku memgambil uang tersebut, dan dua kali menyerahkan ke Yoseph Heriyanto Vandiron Sales. Dia sendiri mendapat jatah Rp 52.000.000.
Sementara Yoseph Heriyanto Vandiron Sales membantah telah menerima uang dari Iswadi.
Kasus sunat dana sertifikasi kini tengajmh diselidiki Kejaksaan Negeri Sikka dan Polres Sikka. Sementara Inspektorat Sikka sedang melakukan audit investigasi dengan meminta keterangan dari pihak terkait.*** (eny)















