
Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka menyebut manajemen birokrasi di Kabupaten Sikka dari waktu ke waktu semakin amburadul.
Pernyataan politik ini disampaikan Fraksi Partai Nasdem melalui Pemandangan Umum terhadap Pidato Pengantar Bupati atas Pelaksanaan Pertanggungjawaban APBD 2022, Jumat (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jurubicara Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni mengatakan kondisi tersebut bisa dibuktikan dengan proses mutasi, rotasi dan promosi yang sangat tidak akuntabel karena tidak memperhatikan dan mempertimbangkan hasil evaluasi kinerja birokrasi.
“Proses yang selama ini terjadi di Kabupaten Sikka hanya atas dasar kedekatan dan mengesampingkan kemampuan, kompetensi, kapabilitas seorang ASN ketika diposisikan dalam suatu jabatan,” seru Yosef Nong Soni, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem.
Dia mengatakan ada begitu banyak janji, ada begitu banyak rencana melalui retorika Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo ketika awal memimpin daerah ini.
“Sampai saat ini, kurang dari 100 hari kepemimpinan, tidak pernah terwujud, misalnya, beri kami waktu 100 hari, maka semua sampah di kota ini akan bersih total,” ungkap Yosef Nong Soni.
Yosef Nong Soni menambahkan berdasarkan hasil pantauan Fraksi Nasdem bahwa setiap tahun anggaran pasti selalu ada korban ASN yang terjerat dalam kasus korupsi.
“Semua ini tentu kelemahan seorang pemimpin daerah yang tidak melakukan pengawasan dengan baik sehingga kasus korupsi hampir menyeret ASN setiap tahun di bawah kepemimpinan Roma,” tegas dia.
Pada bagian lain, Yosef Nong Soni menyinggung kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan retribusi parkir di Pasar Alok. Menurut dia kerja sama ini sudah tidak efektif.*** (eny)















