Dua Hari Melaut, Nelayan Semparong Belum Pulang Rumah, Tim SAR Lakukan Pencarian

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 25 Agustus 2023 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 57 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan Semparong di perairan Pulau Sukun Kabupaten Sikka, Jumat (25/8)

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian nelayan Semparong di perairan Pulau Sukun Kabupaten Sikka, Jumat (25/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang nelayan di Kabupaten Sikka yang dikabarkan sudah 2 hari melaut tapi belum pulang rumah.

Nelayan tersebut bernama La Ali, 48 tahun, warga Desa Semparong Kecamatan Alok. Dia pergi melaut sejak Kamis (24/8) pukul 07.00 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keluarga korban, La Ali pergi melaut ke perairan Pulau Sukun. Mestinya nelayan ini sudah kembali ke rumah pada hari itu juga, sekitar pukul 21.00 Wita.

Baca Juga :  BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Kepala Kantor Basarnas Maumere Supriyanto Ridwan menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan langsung dari keluarga korban.

“Keterangan pihak keluarga, seharusnya korban tiba di rumah pukul 21.00 Wita. Namun sampai saat dilaporkan ke Kantor Basarnas Maumere, korban belum juga ditemukan,” terang Supriyanto Ridwan selaku SAR Mission Coordinator.

Atas laporan keluarga korban, Basarnas Maumere mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian. Tim SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescue Basarnas Maumere, Lanal Maumere, serta nelayan Desa Semparong.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

“Pagi tadinsekitar pukul 08.00 Wita telah dilakukan pencarian,” ujar Supriyanto Ridwan sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Tim SAR Gabungan menggunakan Kapal RIB Basarnas Maumere serta perahu nelayan.

Dengan menggunakan AquaEye atau alat pendeteksi korban di bawah air, Tim SAR Gabungan melaksanakan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Namun hingga pukul 18.00 Wita pencarian masih nihil. Rencananya pencarian akan dilanjutkan Sabtu (26/8) pagi.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA