


Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka tidak berdaya merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TA 2023. Hingga 5 Agustus 2023, realisasi baru mencapai 31,36 persen. Sedih!
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyebut PAD Sikka 2023 ditargetkan sebesar Rp 105.869.332.988. Namun bupati yang mengklaim diri sebagai Master PAD ini memastikan realiasasi baru mencapai Rp 33.206.434.879,38.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat menyampaikan Pidato Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Platon Anggaran Sementara APBD TA 2024, Senin (4/9), Bupati Sikka menguraikan realisasi sumber-sumber PAD.
Target Pajal Daerah TA 2023 sebesar Rp 35.847.445.100, realisasi baru mencapao Rp 5.157.700.588 atau setara 15,38 persen.
Lalu target Retribusi Daerah TA 2023 sebesar Rp 16.100.605.548 baru mencapai realisasi sebesar Rp 3.192.001.766 atau setara 19,82 persen.
Sementara target Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan TA 2023 sebesar Rp 1.707.467.340 dengan realisasi sebesar Rp 3.479.066.260 atau setara 203,75 persen.
Sedangkan target Lain-Lain PAD yang Sah TA 2023 sebesar Rp 52.213.815.000 dengan realisasi baru mencapai Rp 21.377.666.265,38 atau setara 40,94 persen.
Realisasi PAD Sikka 2023 yang buruk ini mengundang keprihatinan sejumlah fraksi di DPRD Sikka.
Fraksi Demokrat Adil Sejahtera dan Fraksi Partai Hanura misalnya, menyebut TA 2023 tinggal hanya 4 bulan lebih. Dua fraksi ini mempertanyakan kinerja dan kemampuan pemerintah dalam mencapai target PAD dengan rentang waktu yang sangat singkat.
Begitu juga Fraksi Partai Nasdem mengaku sangat pesimis dengan pencapaian target PAD TA 2023 yang hingga kini baru mencapai 31,36 persen.
Sejauh mana keraguan dan sangsi fraksi-fraksi, ternyata tidak bagi Pemkab Sikka.
Pemerintah daerah setempat justeru yakin dan berupaya untuk memaksimalkan penerimaan PAD dari sisa waktu yang ada.*** (eny)















