Son Botu bahkan mengirim lagi Rp 2 juta melalui mobile banking, karena menurut Hubertus Karlince biaya pembelian tanah masih kurang senilai Rp 2 juta.
Klarifikasi atas sumber dana pembelian tanah menyusul beredar desas-desus bahwa tanah tersebut dibeli dari hasil patungan warga masyarakat.
“Bohong pernyataan seperti begitu,” tegas Son Botu kepada wartawan di Maumere, Senin (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Son Botu mengaku membeli dan menghibahkan tanah kepada Desa Ladogahar untuk pembangunan Gedung PAUD sebagai bentuk komitmen dan konsistensi mendukung program pembangunan di desa itu.
Dia mengaku pernah didatangi Kepala Desa Arkadius Arias yang memintanya membantu pengadaan lahan untuk pembangunan Gedung PAUD. Desa Ladogahar menyiapkan anggaran pembangunan melalui dana desa.
Kini Gedung PAUD sedang dikerjakan dengan anggaran Rp 199.275.000. Menurut rencana, jika tidak berhalangan, tahun ajaran baru 2024/2025 nanti PAUD sudah bisa dilaksanakan di gedung baru.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












