Sadis! Seorang Pemuda di Sikka Tewas Dikeroyok, Dihujam Balok dan Batu

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 28 Januari 2024 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 10,990 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tewas pengeroyokan di RSUD TC Hillers Maumere, Minggu (28/1) dinihari

Korban tewas pengeroyokan di RSUD TC Hillers Maumere, Minggu (28/1) dinihari

AKP Susanto menjelaskan pada malam itu RR dan MN berboncengan kendaraan dari Longser, hendak mencari makan pada salah satu warung makan di dekat eks Hotel Bogor.

Tiba di warung makan RR dan MN melihat segerombolan orang di sekitar lokasi tengah menutup badan jalan. Sekelompok orang tidak dikenal itu sempat melempar RR dan MN dengan batu.

Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Menghadapi kondisi yang krusial malam itu, RR dan MN kemudian memilih untuk menghindar. Keduanya mengambil langkah seribu, mengendarai kencang motor yang digunakan, melewati jalan di samping Kalimati dan terus menuju Lorena.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RR dan MN mengalami nasib sial. Saat berhenti di Lorena, keduanya langsung dipukul oleh sekelompok orang tadi, yang ternyata menguntit dari belakang.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

RR dan MN masih sempat kabur dari sekelompok orang tidak dikenal ini. Mereka lalu menghubungi AS, yang masih ada hubungan keluarga. Tidak lama berselang, sekelompok orang tidak dikenal ini meninggalkan Lorena.

Terkait meninggalnya NYW, AKP Susanto menjelaskan kedua saksi tidak mengetahui secara persis peristiwa tersebut.

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru