

Maumere-SuaraSikka.com: Ada yang aneh saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS Kota Uneng 06, Sabtu (24/2). Banyak pemilih yang meminta didampingi hingga ke bilik suara.
Pada awalnya Ketua KPPS melayani permohonan pendampingan. Namun karena makin sering pemilih meminta pendampingan, Ketua KPPS Clara Ngguwa mulai mengambil sikap tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan media ini, hingga 28 pemilih pertama yang dipanggil untuk melaksanakan pencoblosan, tercatat 5 pemilih meminta pendampingan. Rata-rata mereka mengaku mata rabun. Pendamping yang ditunjuk pemilih semuanya adalah anak kandung pemilih.
Ketua KPPS mulai tegas ketika seorang pemilih perempuan yang kelihatan sehat secara fisik, ikut juga meminta pendampingan. Dia membawa serta seorang pendamping, diduga anak kandungnya.
Ketua KPPS menolak permintaan pendampingan dengan alasan pemilih perempuan tersebut pdipandang tidak bermasalah secara kesehatan. Apalagi pemilih tersebut sebelumnya pada pemungutan suara 14 Pebruari 2024 tidak didampingi pendamping.
Pemilih perempuan ini kemudian menuju bilik suara tanpa didampingi anaknya. Dia melaksanakan pencoblosan, tanpa ada kendala sedikit pun.
“Kami hanya melayani pendampingan kepada pemilih yang saat pemungutan suara pada 14 Pebruari 2024 lalu benar-benar ada pendampingan,” seru dia melalui pengeras suara.
Pelaksanaan PSU di TPS Kota Uneng 06 dimulai pukul 07.00 Wita. Pemilih pertama baru melakukan pencoblosan pada pukul 08.08 Wita.
Sejumlah personil keamanan dari Polres Sikka dan Kodim Sikka mengawal ketat jalannya pelaksanaan PSU.
Tampak juga Ketua KPU Sikka Herimanto, bersama 2 orang komisioner lainnya yakni Yosef Fredianus Boy Gapo dan La Hajimu.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












