“Positif 68 kasus, dan negatif 36 kasus. Sampel rusak 2 kasus,” terang Yohanes Emil Satriawan, Kamis (14/3).
Dia menambahkan populasi HPR di Sikka berjumlah 26.502 ekor. Dari jumlah sebanyak itu, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap 22.116 ekor HPR atau setara 83,45 persen.
Hingga 2 Pebruari 2024, stok vaksin HPR masih tersedia 47 dos atau sebanyak 470 vial. Sementara vial utuh di luar dos berjumlah 4 vial, dan rebis kurang lebih 50 dosis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi kami masih punya stok 4.790 dosis vaksin HPR,” jelas dia.
Terhadap kekosongan VAR, sementara kasus gigitan meningkat, menurut Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Petrus Herlemus, paling efektif yang dilakukan yakni eliminasi HPR yang belum divaksin.
Masyarakat Kabupaten Sikka, terutama pemilik HPR, khususnya anjing disarankan untuk mengikat atau mengandangkan anjing.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












